Minggu, 23 November 2014

Regulasi non tarif lindungi perdagangan bebas

| 3.014 Views
id Inacraft, ukm, produk nasional, menperin, non tarif, perdagangan bebas
Regulasi non tarif lindungi perdagangan bebas
Pengrajin sangkar burung menyelesaikan pembuatan sangkar burung berkicau di Desa Kalirong, Tarokan, Kediri, Jawa Timur, Selasa (16/4). Sangkar burung yang dijual mulai dari Rp80.000 hingga Rp250.000 itu dipasarkan ke sejumlah wilayah setempat. (FOTO ANTARA/Rudi Mulya)
... proteksi secara langsung dan tidak langsung melalui regulasi non tarif... "
Jakarta (ANTARA News) - "Pemberlakukan regulasi non tarif untuk melindungi produk nasional dari perdagangan bebas yang sudah berlaku. Tapi kita melakukan proteksi secara langsung dan tidak langsung melalui regulasi non tarif," ujar Menteri Perindustrian, MS Hidayat.

Menurut dia, di Jakarta, Rabu, dengan pemberlakuan regulasi tarif non barrier itu dapat memberikan kesempatan lebih besar kepada produk nasional.

"Jangan lupa juga industri luar negeri mau masuk indonesia juga karena pertumbuhan ekonomi sedang bagus yang menjadi daya tarik sendiri," katanya di sela Inacraft 2013 itu. 

Pemerintah dengan kementerian terkait tidak menutup pasar, tapi membuat regulasi sehingga produk nasional masih bisa dilindungi. "Saya sedang mengajak Kementerian Perdagangan serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sama sama menyusun agar industri kreatif bisa jadi industri unggulan," ujar dia.

Sebelumnya, Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia (Asephi) meraih dukungan dari sejumlah kementerian dan BUMN terkait dengan pembinaan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan koperasi.

Ketua Umum Asephi, Rudi Lengkong, menargetkan transaksi dagang dalam acara pameran hasil kerajinan Inacraft meningkat 7,5 persen Rp203 miliar dibanding tahun lalu Rp193 miliar.

"Target tahun ini Rp203 miliar dengan rincian Rp88 miliar hasil kontak bisnis dan Rp115 miliar lebih dari penjualan retail," kata Lengkong, saat konferensi pers di Balai Sidang Jakarta, Senin. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga