Kamis, 18 September 2014

Kroasia incar keuntungan di AEC lewat Indonesia

Rabu, 24 April 2013 23:12 WIB | 2.418 Views
Kroasia incar keuntungan di AEC lewat Indonesia
Kota Korkula di Kroasia dari udara. Kota pulau di Provinsi Dubrovnik-Neretva di Laut Adriatik ini memiliki pesona tersendiri pada peta pariwisata dunia. Kroasia merupakan negara berpenduduk 4,3 juta jiwa, dengan pendapatan perkapita sekitar 18.200 dolar Amerika Serikat, dan GDP 80,334 miliar dolar Amerika Serikat pada 2012. (blogspot.com)
Jakarta (ANTARA News) - Kroasia mengincar keuntungan perdagangan saat integrasi Komunitas Ekonomi ASEAN (AEC) 2015, melalui jalinan kerja sama dengan Indonesia sebagai negara yang memiliki pengaruh penting di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu diungkapkan Asisten Direktur Departemen Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Ekonomi Kroasia, Miroslav Karamakovic, di sela perhelatan forum bisnis kedua negara, di Jakarta, Rabu.

"Indonesia adalah negara terkuat di kawasan. Peran Indonesia dengan potensinya saat Komunitas ASEAN 2015 dapat memberikan benefit bagi kami," kata Karamakovic. "Indonesia adalah gerbang utama bagi Eropa," ucapnya pula.

Karamakovic mengatakan, kondisi perekonomian Kroasia terus naik beranjak dari dampak negatif krisis Eropa. Pada 2013, pertumbuhan ekonomi Kroasia ditargetkan mencapai lebih dari dua persen.

Negara dengan populasi sekitar empat juta jiwa itu, ujar Karamakovic, memiliki sektor-sektor potensial seperti perkebunan, teknologi informasi, pertahanan dan pelayaran yang dibutuhkan oleh negara-negara Asia Tenggara.

Bergabungnya Kroasia dengan Uni Eropa pada 1 Juli mendatang akan semakin menguatkan kekuatan ekonomi Kroasia. Uni Eropa juga mengincar kesepakatan perdagangan tunggal dengan Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Hubungan Uni Eropa dan ASEAN terus semakin menguat beberapa tahun terakhir. ASEAN merupakan mitra dagang ketiga terbesar UE di luar Eropa, dengan perdagangan mencapai 180 miliar euro pada 2012.

Sementara, Uni Eropa adalah mitra dagang kedua terbesar ASEAN setelah Cina, mencapai 11 persen dari nilai perdagangan ASEAN di seluruh dunia. Terlebih, UE sejauh ini adalah pemodal terbesar di ASEAN, memiliki sekitar seperempat dari jumlah modal asing di ASEAN.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Amerika-Eropa Kementerian Luar Negeri Indonesia, Dian Triansyah Djani, mengatakan, Kroasia memiliki lokasi strategis yang dapat memberikan kemudahan akses pengusaha-pengusaha ke Eropa. 

Namun, secara regulasi, ketika masuk ke Uni Eropa, Kroasia juga akan mengikuti regulasi UE. "Forum ini akan kita lihat untuk mencari kecocokan, dari bisnis ke bisnis, kita akan melihat lagi," ujarnya.

(I029/B012) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga