Senin, 28 Juli 2014

Kontes kambing PE jadi obyek wisata

Minggu, 28 April 2013 18:45 WIB | 3.701 Views
Kontes kambing PE jadi obyek wisata
Dokumen foto kambing peranakan etawa (PE). (kambingetawa.org)
Wonosobo (ANTARA News) - Kontes kambing peranakan etawa (PE) yang terselenggara secara rutin dapat menjadi objek wisata karena memiliki daya tarik publik, kata Ketua Asosiasi Peternak Kambing Peranakan Etawa Nasional, Asep Mulyana.

"Melalui kontes seperti ini para peternak bisa saling silaturahmi dan saling belajar untuk mengembangkan kambing peranakan etawa unggulan," katanya pada Kontes Kambing PE Nasional 2013 di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu.

Kontes kambing PE yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, tersebut diikuti 400 kambing PE berasal dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Ia mengatakan, secara nasional populasi kambing PE sekira 5 juta, dan paling banyak di Jawa Tengah kemudian Jawa Timur.

Kambing PE, dikemukakanya, juga dikenal sebagai penghasil susu bernutrisi sangat baik.

Bupati Wonosobo, Kholik Arif, populasi kambing PE tidak usah diragukan lagi karena terus berkembang.

"Popularitasnya semakin meroket dengan penjualan susu kambing PE yang mempunyai kelebihan dan manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain itu, penyelenggaraan kontes kambing PE berlangsung di berbagai daerah," katanya.

Ia mengatakan, kambing PE merupakan ikon baru yang peminatnya semakin hari semakin bertambah. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan kambing-kambing PE unggulan sehingga dapat meningkatkan perekonomian peternak.

Sementara itu, Bibit Waluyo mengatakan, melalui kontes ini dapat menjadi pemacu peternak kambing PE yang saat ini sudah terangkat ke tingkat nasional.

Ia menilai, kalau dirunut kambing PE ini berasal dari Kaligesing Purworejo, oleh karena itu populasinya jangan sampai hilang dari daerah tersebut.

Bibit pun berpesan, jangan sampai di Purworejo tinggal patungnya saja, sedangkan kambingnya lari ke daerah mana-mana.

"Saya mendapat laporan bahwa kambing PE ini sudah sampai Malaysia antara 2.000 hingga 3.000 ekor. Jangan sampai di tempat asal hanya mendapatkan anak kambing yang berkualitas jelek," demikian Bibit Waluyo.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga