Jumat, 31 Oktober 2014

RI-Sudan-Arab Saudi kembangkan beras basmati

| 3.192 Views
id basmati, trilateral, suswono
RI-Sudan-Arab Saudi kembangkan beras basmati
Menteri Pertanian Suswono (ANTARA)
Arab Saudi masih tetap berkeinginan untuk memperoleh lahan yang potensial di Indonesia."
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia, Sudan, dan Arab Saudi sepakat untuk menjalin kerja sama trilateral di sektor pertanian, terutama dalam pengembangan padi, yakni beras basmati.

Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Senin, mengatakan, saat bertemu dengan Wakil Ketua Kadin Arab Saudi Mohammed M. bin Siddiq di Jeddah 26 April 2013, mereka menyatakan minatnya untuk berinvestasi di bidang tanaman pangan, khususnya budi daya padi.

"Pihak Arab Saudi masih tetap berkeinginan untuk memperoleh lahan yang potensial di Indonesia," katanya ketika menyampaikan hasil kunjungan ke beberapa negara Timur Tengah mulai 22 April hingga 26 April 2013.

Terkait dengan permintaan Arab Saudi tersebut, Kementerian Pertanian menyambut baik hal itu dan mengajak Sudan untuk bekerja sama dalam pengembangan padi jenis basmati itu karena negara tersebut memiliki lahan yang potensial.

Menurut Suswono, melalui kerja sama trilateral ini nantinya Arab Saudi menyediakan investasi, Sudan menyediakan lahan, dan Indonesia memberikan teknologi budi daya pengembangan padi.

Dikatakannya, pada tahun 2013, pemerintah Arab Saudi setidaknya mengalokasikan anggaran khusus pangan sebesar 500 miliar dolar AS.

Sementara itu, untuk lahan pengembangan beras basmati, setidaknya diperlukan areal seluas 50.000 hektare. Namun, hal ini masih menjadi kendala di Indonesia.

"Potensi lahan yang tersedia ada di Sudan sehingga dapat dijalin kerja sama trilateral, yakni lahan akan menjadi tanggung jawab Sudan, sedangkan teknologi budi daya dan produksi tanggung jawab Indonesia," katanya.

Sebelumnya, ketika melakukan kunjungan ke Sudan, Mentan menyatakan bahwa pihaknya sepakat membantu Kementerian Pertanian dan Irigasi Sudan dalam program pengembangan budi daya padi pada lahan seluas 80.000 ha di kawasan White Nile.

Untuk tahap pertama, lanjut dia, Indonesia akan mengirim tim guna melakukan studi kelayakan lokasi dan potensi lahan.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga