Jakarta (ANTARA News) - Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, meluruskan pemberitaan yang seolah-olah menyebutkan Presiden Susilo Yudhoyono akan mengumumkan kenaikan harga BBM dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa ini.

“Sesuai dengan aturan, kenaikan BBM itu diumumkan menteri ESDM apabila sudah dibahas dalam rapat kabinet,” kata Rajasa, seperti dilansir laman setkab.go.id, Selasa.

Menurut dia, tentu presiden tidak akan bicara tehnis detil seperti itu. Tapi, Yudhoyono akan memberikan arahan kepada seluruh gubernur, bupati peserta mustyawarah itu tentang ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Mengenai harga baru BBM, Rajasa mengungkapkan, sebetulnya yang penting itu filosofisnya bahwa BBM bersubsidi harus diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

"Ini Undang-undang. Oleh karena itu, secara perlahan subsidi yang dinikmati oleh masyarakat yang mampu harus dikurangi karena terlalu besar sampai mendekati Rp300 triliun, dan ini membebani fiskal kita," kata dia.

Semula dirancangan skenario penerapan dua harga. "Namun, nampaknya agak sulit untuk diterapkan di lapangan mengingat jumlah SPBU, konfigurasi SPBU, dan kemungkinan-kemungkinan di lapangan akan sulit dikendalikan," kata dia. 

Kembali ke pertanyaan yang mengemuka, "Kapan dinaikkan? Tentu waktu yang paling baik, saya tidak bisa mengatakan kapan. Yang penting kesiapan, jika semua siap, maka bisa segera diaplikasikan," ujar Rajasa. (*)