Jumat, 24 Oktober 2014

Sertifikasi guru belum dongkrak kualitas pendidikan

| 3.544 Views
id sertifikasi guru, dinas pendidikan pemuda dan olahraga, kota palembang, kualitas pendidikan
Sampai kini, program sertifikasi itu baru berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru secara signifikan,"
Palembang (ANTARA News) - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palembang, Riza Fahlevi, mengatakan program sertifikasi guru belum mampu mendongkrak kualitas pendidikan di daerahnya.

"Sampai kini, program sertifikasi itu baru berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru secara signifikan," katanya di Palembang, Senin.

Menurut dia, sertifikasi guru belum berdampak langsung pada kemajuan peningkatan kualitas pendidikan, karena hal itu dipengaruhi berbagai aspek yang mesti bersinergi.

"Bukan hanya faktor guru yang mengajar, tetapi kebijakan pemerintah menyediakan fasilitas pendukung proses belajar dan mengajar juga turut menentukan," katanya.

Riza mengatakan, tim pemantau dan evaluasi program sertifikasi guru menjadi salah satu yang akan menjadi ukuran keberhasilan dalam mendorong kualitas pendidikan.

Dengan target kedepan bukan hanya guru yang sejahtera tetapi pendidikan pun semakin berkualitas.

Dia menjelaskan, satu hal penting yang mesti diakui sejak dilaksanakannya program sertifikasi, guru wajib mengajar sesuai dengan ketentuan standar.

Sejumlah aturan wajib guru bersertifikasi, seperti mengajar 24 jam per minggu dengan dipantau langsung dan dilaporkan secara "online".

Riza menambahkan, pelaporan kinerja guru bersertifikasi langsung dilakukan operator masing-masing sekolah ke pusat melalui "website" yang telah ditetapkan.

Laporan kewajiban guru bersertifikasi itu dilakukan langsung dari sekolah karena tenaga pengajar mesti aktif berkomunikasi dengan operator agar tidak dirugikan akibat entri data yang salah.

Sementara salah seorang guru, Nuriyah (50), mengatakan masih bingung memasukkan data sesuai ketentuan yang telah diatur dan operator sekolah pun masih bingung.

Akibatnya, sampai kini laporan yang terdata di "website" belum sesuai dengan kerja yang mereka lakukan, seperti kewajiban 24 jam mengajar hanya terealisasi 20 jam, tambahnya. (KR-NE/T007)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga