Jumat, 19 September 2014

Sulteng kehabisan persediaan vaksin rabies

Kamis, 9 Mei 2013 17:32 WIB | 2.510 Views
Sulteng kehabisan persediaan vaksin rabies
ILUSTRASI-Petugas Dinas Peternakan menyuntikkan vaksin anti rabies pada seekor anjing. (FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)
Palu (ANTARA News) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Tengah mengaku telah sudah tidak memiliki persediaan vaksin rabies, padahal daerah itu merupakan salah satu wilayah yang rawan rabies.

"Terus terang kami tidak lagi mememiliki persediaan vaksin rabies, tapi vaksin lain termasuk untuk unggas masih ada," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulteng Greesje Kuhu di Palu, Kamis.

Greesje mengatakan persediaan vaksin rabies sudah lama kosong dan kiriman vaksin dari pusat yang baru tiba hanya vaksin ayam dan ternak besar seperti sapi, kambing, dan kerbau.

Sementara vaksin rabies untuk anjing, kera dan kucing yang sebenarnya sangat di butuhkan di Sulteng justru tidak tidak dipasok padahal Gressje mengaku vaksin rabies termasuk yang sangat diperlukan untuk daerahnya yang dikenal rawan rabies.

Kekosongan stok vaksin rabies itu disebut Greesje juga disebabkan alokasi pengadaan vaksin rabies untuk Sulteng sangat terbatas setiap tahunnya dan tidak sebanding dengan jumlah populasi ternak yang ada.

Greesje mencontohkan pada 2012, Sulteng hanya menerima jatah alokasi vaksen rabies sebanyak 10.000 dosis sedangkan jumlah ternak yang ada di Sulteng saat ini sebanyak 73.304 anjing, 68 kera dan 10.588 kucing.

"Dan itu belum termasuk anjing liar," kata Greesje.

Selain masalah keterbatasan vaksin, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulteng juga mengalami kesulitan dalam melakukan vaksinasi karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah.

Greesje mencontohkan permasalahan yang dihadapi petugas di lapangan antara lain pemilik hewan yang tidak berada di tempat atau pemilik ternak tidak dapat menangkap anjing peliharaan mereka untuk dilakukan vaksinasi.

"Ini kendala-kendala yang dihadapi petugas saat turun ke lapangan melakukan vaksinasi," kata Greesje.

Kesulitan juga muncul karena pemilik hewan peliharaan juga masih jarang melaporkan ternak peliharaan mereka untuk divaksinasi oleh petugas secara mandiri.

Dari 11 kabupaten dan kota di Sulteng, Kabupaten Poso yang memiliki populasi ternak anjing, kucing dan kera paling banyak yakni mencapai 22.479 dari 73.304 ekor total ternak peliharaan warga di provinsi itu.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga