Jakarta, 17/5 (ANTARA) -- Sudah baik sekarang menjadi lebih baik, TN Wakatobi akan semakin dikenal sebagai destinasi wisatawan dunia karena telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu cagar biosfer di dunia. Sebagai cagar biosfer berarti TN Wakatobi menjadi kawasan yang menjadi area perlindungan yang bertujuan untuk konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan yang didasarkan atas upaya masyarakat lokal dan ilmu pengetahuan yang handal. 

     TN Wakatobi dikenal sebagai pusat segitiga terumbu karang dunia, TN Wakatobi terkenal memiliki keindahan alam bawah laut yang sangat mempesona para pegiat olah raga menyelam. Selain keindahan alam bawah lautnya, Wakatobi pun dikenal memiliki budaya masyarakatnya yang sangat kaya. 

     Sebagai Taman Nasional yang seluruh kawasannya juga merupakan wilayah Kabupaten Wakatobi maka sinergitas antara kementerian kehutanan dan Pemkab Wakatobi terus dan harus terjalin erat.

     Pada kunjungannya ke Wakatobi selasa (14/5) Menhut Zulkifli Hasan didaulat untuk menyerahkan secara resmi sertifikat cagar biosfer TN Wakatobi dari UNESCO kepada Pemkab Wakatobi. Sertifikat tersebut diserahkan langsung Menhut kepada Bupati Kab Wakatobi, Hugua, dalam acara seremonial yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka, Wangi-Wangi, Kab Wakatobi.

     Dengan penetapan cagar biosfer pada TN Wakatobi, maka sampai saat ini Indonesia telah memiliki delapan Cagar Biosfer dan hingga saat ini telah terdapat 598 unit cagar biosfer di seluruh dunia yang tersebar di 117 negara.

     Menhut, zulkifli hasan mengimbau kepada seluruh masyarakat Wakatobi untuk menjaga dan memelihara kelestarian alam dan lingkungan. Menhut optimis Wakatobi bisa jadi kabupaten yang maju. Dan mampu bersaing dengan daerah lain meskipun Kab Wakatobi termasuk kabupaten yang masih muda usianya. Sementara itu Bupati Wakatobi, Hugua pun bertekad untuk menjadikan wilayah yang dipimpinnya menjadi pusat biodiversity terkemuka di dunia.

     Siang hari sebelum acara puncak penyerahaan sertifikat cagar biosfer TN Wakatobi dari UNESCO kepada Pemkab Wakatobi. Menhut datang ke Hutan Masyarakat Kauluma untuk berdiskusi tentang keberhasilan dan semangat dari masyarakat Desa Kauluma melalui Kelompok Tani Kauluma untuk secara sukarela menanami daerahnya. Selanjutnya pula Menhut berkesempatan untuk melepas tukik penyu di Pantai Patuno, Wakatobi, sebagai bentuk kampanye perlindungan dan pelestarian alam dan lingkungan.




Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2013