Minggu, 23 November 2014

Polisi Semarang selidiki pembunuhan SPG di kamar kos

| 6.212 Views
id polisi, pembunuhan spg, kota semarang, kamar kos
Polisi Semarang selidiki pembunuhan SPG di kamar kos
Ilustrasi. (FOTO.ANTARA News/Ferly)
Berdasarkan pemeriksaan sementara, kita temukan luka bekas senjata tajam di bagian leher korban,"
Semarang (ANTARA News) - Kepolisian Resor Kota Besar Semarang melakukan penyelidikan kasus pembunuhan terhadap seorang sales promotion girl (SPG) bernama Amelia (22) yang ditemukan tewas dengan luka tusukan di kamar indekosnya di Jalan Lampersari Nomor 41 Semarang.

"Berdasarkan pemeriksaan sementara, kita temukan luka bekas senjata tajam di bagian leher korban," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan di Semarang, Minggu malam.

Saat diminta menjelaskan lebih lanjut terkait kasus pembunuhan SPG rokok tersebut, Elan tidak bersedia dengan alasan proses penyelidikan masih berjalan.

"Tunggu saja hasil penyelidikan, saat ini petugas masih melakukan olah tempat kejadian perkara," ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Elan optimistis pelaku pembunuhan yang diduga merupakan orang dekat korban dapat ditangkap dalam waktu tidak lama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang merupakan warga asli Kabupaten Jepara ditemukan tewas dengan posisi telentang di tempat tidur mengenakan kaos hitam dan celana pendek.

Kondisi kamar korban yang berada di lantai dua terlihat berantakan dan banyak terdapat ceceran darah yang sudah mengering di lantai.

Penjaga indekos, Budi Setyawan (20), mengatakan bahwa korban ditemukan tewas pada Minggu (19/5) pukul 21.00 WIB oleh kekasih korban.

"Tahu-tahu kekasih korban mendatangi saya dan mengatakan korban tewas setelah dia mendobrak pintu kamar indekos," kata warga Perumahan Tlogosari itu.

Budi mengaku sempat mendengar teriakan korban pada Minggu (19/5) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Setelah saya datangi korban menyahut dari dalam kamar dan mengatakan tidak apa-apa," ujarnya.

Hingga Senin (20/5) dini hari, anggota Resmob Polrestabes Semarang masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan, sedangkan rekan-rekan korban juga mendatangi indekos milik dokter Joko Priyanto.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga