Rabu, 3 September 2014

Pemerintah apresiasi konservasi alam Tambling Lampung

Rabu, 29 Mei 2013 20:16 WIB | 2.751 Views
Pemerintah apresiasi konservasi alam Tambling Lampung
Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya mendengarkan penjelasan dari pendiri Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Tomy Winata di Lampung Barat, Selasa. Harimau sumatera (Panthera Tigris sumatrae) direhabilitasi di TWNC untuk menghilangkan trauma pascakonflik dengan manusia karena perebutan teritorial dan lahan. (ANTARA/Dewanto Samodro)
Lampung Barat (ANTARA News) - Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya memberikan apresiasi kepada Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC/Konservasi Alama Tambling), Lampung Barat, yang digagas pengusaha Tomy Winata, atas upaya pelestarian dan konservasi alam.

"Tidak banyak pengusaha yang mau peduli pada lingkungan. Saya harap Tomy Winata bisa menjadi pelopor dan diikuti pengusaha-pengusaha lainnya," kata Balthasar Kambuaya di Lampung Barat, Selasa.

Menteri Lingkungan Hidup bersama Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Arief Yuwono dan Asisten Deputi Bidang Kerusakan Ekosistem Perairan Darat Hermono Sigit, mengunjungi TWNC untuk meninjau kawasan konservasi yang berada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Balthasar mengatakan adanya kawasan konservasi seperti TWNC itu akan menjawab pertanyaan dunia internasional mengenai kemampuan Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus berupaya dalam pelestarian lingkungan. Itu membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa sejalan dengan pelestarian lingkungan.

"Kita patut berbangga, di saat pertumbuhan ekonomi kita di atas enam persen, masih ada kawasan konservasi seperti TWNC. Kita perlu mendorong munculnya kawasan konservasi seperti ini, bila perlu ada di setiap provinsi," tuturnya.

Sementara itu, Pendiri TWNC Tomy Winata mengatakan mulai memasuki kawasan hutan di wilayah barat Lampung itu pada 1996. Saat itu kawasan tersebut mengalami kerusakan karena perburuan dan pembalakan liar.

Pada 1997, Tomy melalui Artha Graha Peduli mulai menata kawasan tersebut. Dengan kerja kerasnya, pelan tapi pasti kawasan mengalami perbaikan.

"Sejak 1997 kami di sini, tapi baru mendapat pengakuan dari pemerintah melalui peresmian oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pada 2010. Balthasar Kambuaya merupakan Menteri Lingkungan Hidup pertama yang melakukan kunjungan resmi ke TWNC," ungkapnya.

Tomy mengaku sejak kecil sudah terbiasa dan menyukai kehidupan di alam. Dia mengatakan tidak ada motivasi apa pun terhadap pendirian TWNC kecuali melestarikan lingkungan dan produsen oksigen bagi Indonesia dan dunia.

"Motivasi saya hanya mencari pahala," ujarnya.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga