Sabtu, 1 November 2014

Industrialisasi Berbasis Ekonomi Biru Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat

| 2.271 Views
id industrialisasi berbasis ekonomi KKP
     Jakarta,4/6 (ANTARA) - Era industrialisasi kelautan dan perikanan dengan pendekatan blue economy yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan perkembangan positif. Indikator Kinerja Utama (IKU) KKP tahun 2012  terutama pembangunan di bidang ekonomi dan lingkungan hidup menjadi cerminan keberhasilan tersebut. Beberapa indikator menunjukkan, pertumbuhan PDB perikanan sebesar  6,48 %,produksi perikanan  mencapai 15,26 juta ton, produksi garam  menyentuh angka  2,02 juta ton, tingkat konsumsi ikan dalam negeri  naik hingga  33,89 kg/kapita  atau naik rata rata 5,4% pertahun. NIlai Tukar Nelayan (NTN) yang memberi gambaran peningkatan taraf hidup nelayan juga  sudah mencapai angka 105,37 . Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo, saat  memberikan arahan dalam  Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Wilayah Pesisir Pantai Barat Sumatera, di Padang.(4/06)

     Tahun 2013, tegas Sharif, KKP tetap akan fokus pada pelaksanaan Industrialisasi Kelautan dan Perikanan dengan pendekatan blue economy melalui peningkatan nilai tambah dan sinergi hulu - hilir usaha ekonomi kelautan dan perikanan. Program ini berbasis pada komoditas, kawasan serta pembenahan sistem dan manajemen. Untuk program pengembangan kawasan Minapolitan, KKP akan melakukan evaluasi kegiatan Minapolitan dan tindak lanjut percepatan pengembangannya melalui strategi industrialisasi. Termasuk program PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan dan program Peningkatan Kehidupan Nelayan dalam rangka pelaksanaan MP3EI ( Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ) melalui evaluasi dampak PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan. "Sesuai dengan roadmap dan kriteria yang telah ditetapkan, pelaksanaan program PUMP, PUGAR dan PDPT akan dilaksanakan di 200 lokasi pelabuhan PPI serta memastikan kegiatan lintas sektor dapat terlaksana," jelasnya.

     Sesuai dengan program nasional, KKP telah berhasil mengembangkan kawasan konservasi perairan yang dikelola secara berkelanjutan mencapai luas 16,06 juta ha serta penambahan kawasan konservasi seluas 661,4 ribu ha. Disamping itu, jumlah pulau-pulau kecil termasuk pulau kecil kecil terluar yang telah dikelola sebanyak 60 pulau. Sedangkan dalam bidang pengawasan, presentase wilayah perairan yang bebas IUU Fishing dan kegiatan yang merusak sumberdaya KP dapat ditekan hingga 41%. "Melalui Rakornas ini, pembangunan kelautan dan perikanan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Hal ini tentunya menjadi amanah bagi kita semua untuk kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas dalam menyelesaikan target-target pembangunan pada RPJM Tahun 2010-2014," tandas Sharif.

     Sharif melanjutkan, untuk mendukung MP3EI, KKP tetap melaksanakan pengembangan sarana dan prasarana kelautan dan perikanan pada 3 Koridor Ekonomi (Sulawesi, Nusa Tenggara dan Bali, serta Papua dan Papua Barat). Diantaranya, pengembangan infrastruktur perikanan yang berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan lintas kementerian dan lembaga. Disamping itu juga dilakukan penguatan penelitian dan pengembangan (litbang) dan peningkatan kapasitas SDM KP serta penguatan penyuluhan melalui perluasan jangkauan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Masyarakat (Iptekmas), inovasi litbang, pelatihan dan penyuluhan serta peningkatan mutu pendidikan. Tahun ini KKP juga tetap fokus pada pengembangan karantina ikan dan pengendalian mutu melalui peningkatan mutu produk dan pengendalian impor ikan. "Untuk bidang konservasi dan lingkungan, KKP telah mendorong Pemda terlibat pelaksanaan COREMAP III serta peningkatan kualitas lingkungan di pulau - pulau kecil melalui rehabilitasi ekosistem pesisir," paparnya.

     Untuk target Indikator Kinerja Utama (IKU) KKP Tahun 2014, KKP telah menargetkan pencapaian angka pertumbuhan PDB perikanan sebesar 7,25%  atau naik 0,77% dari tahun sebelumnya. Produksi perikanan ditargetkan akan mencapai  22,39 juta ton terdiri dari perikanan tangkap sebesar 5,50 juta ton dan perikanan budidaya sebesar 16,89 juta ton. Sedangkan untuk produksi garam rakyat sebesar 3,03 juta ton atau naik sekitar 1 juta ton dari produksi sebelumnya. "Demikian juga untuk Nilai Tukar Nelayan / Pembudidaya Ikan diharapkan akan menyentuh angka 112, termasuk tingkat konsumsi ikan dalam negeri harus mencapai 38 kg per kapita," ujar Sharif.

  
Dukungan Daerah

     Menurut Sharif, masih banyak permasalahan dan tantangan yang dihadapi KKP dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan. Diantaranya adalah hampir 25,37% dari 7,87 juta penduduk miskin nasional tinggal di wilayah pesisir.  Selain itu, masih terbatasnya akses permodalan, kurang optimalnya ketersediaan sarana prasarana kelautan dan perikanan, menjadi kendala serius. Masalah lain, tingkat pendidikan dan keterampilan yang terbatas serta  sistem pendataan kelautan dan perikanan yang masih perlu terus ditingkatkan. Kemudian masalah pembiayaan baik APBN maupun APBD masih terbatas. "Untuk itu, sangat diperlukan dukungan lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah, seperti pembangunan infrastruktur dan konektivitas melalui penyediaan lahan bagi infrastruktur, kerjasama antar daerah dalam pembangunan infrastruktur dan konektivitas, serta perubahan mindset masyarakat untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan konektivitas," tegasnya.

     Ditambahkan, untuk mendorong terwujudnya kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis partisipasi sektor usaha KP, pemerintah bisa melakukan pemberian insentif dan perlakuan khusus. Upaya ini untuk mengundang sektor usaha membangun kawasan pertumbuhan ekonomi, serta penyediaan areal/lahan bagi penanam modal. Selain itu perlu dilakukan peningkatan daya saing produk perikanan serta debottlenecking melalui simplifikasi perijinan dan peraturan daerah yang menunjang iklim investasi. "Banyak hal lain yang bisa memacu pertumbuhan investasi, diantaranya insentif pajak daerah, peningkatan kualitas pelayanan terhadap penanam modal yang akan mendukung sektor unggulan di daerah masing-masing," jelasnya.

     Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi Indra Sakti, SE, MM, Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi ,Kementerian Kelautan dan Perikanan (HP.0818159705)



Data KKP


Terkait dengan pencapaian 9 indikator kinerja utama KKP, hampir semua indikator yang ditargetkan dapat dicapai. Diantaranya,

-    Pertumbuhan PDB Perikanan tahun 2011-2012 mencapai 6,48%,Pertumbuhan PDB perikanan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 6,23% dan jauh di atas pertumbunan PDB pertanian sebesar 3,97%.

-    Produksi perikanan tahun 2012 mencapai 15,26 juta ton. Produksi perikanan tangkap menyumbang sebesar 5,81 juta ton dan perikanan budidaya sebesar 9,45 juta ton. Capaian produksi perikanan ini melampaui target tahun 2012 yakni sebesar 14,86 juta ton.

-    Tahun 2012, telah terjadi swasembada garam konsumsi. Capaian produksi garam rakyat pada tahun 2012 sebesar 2,02 juta ton atau sebesar 153,03% dari target yang telah ditetapkan. Impor garam konsumsi tahun 2013 harus dihentikan. Sedangkan produksi garam tahun 2013 sebesar 2,85 juta ton

-     Nilai ekspor hasil perikanan tahun 2012 diperkirakan mencapai USD 3,93 miliar atau naik 11,62% dibanding tahun 2011. Sementara itu, nilai impor hasil perikanan menurun sebesar 15,43%

-     Terjadi surplus neraca perdagangan perikanan sebesar USD 3,52 miliar atau 81,11% dari total transaksi perdagangan ekspor impor perikanan. KKP optimis untuk dapat terus mencapai kinerja ekspor yang semakin baik pada tahun 2013 sebesar USD 5 miliar..

-    Tingkat konsumsi ikan 2010-2012 rata-rata naik sebesar 5,44% per tahun. Pada tahun 2012, capaian tingkat konsumsi ikan mencapai 33,89 kg/kapita atau sebesar 102,26 % dari target yang telah ditentukan sebesar 33,14 kg/kapita.

-    Target tingkat konsumsi ikan dalam negeri tahun 2013 adalah sebesar 35,14 kg/kapita.

 -    Capaian NTN pada tahun 2012 adalah sebesar 105,37 atau sebesar 95,79 % dari target yang  ditetapkan.Sedangkan target NTN pada tahun 2013 adalah sebesar 110 dan tahun 2014 adalah sebesar 112







Editor: PR Wire

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca