Rabu, 3 September 2014

Pemukul pramugari Sriwijaya Air jadi tersangka

Jumat, 7 Juni 2013 02:07 WIB | 4.472 Views
Pemukul pramugari Sriwijaya Air jadi tersangka
Dua pemakai jasa penerbangan berjalan menaiki tangga pesawat Sriwijaya Air di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin (1/4). Senior Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Sudjono, menyatakan, Sriwijaya Air akan menambah dua unit pesawat baru jenis Boeing 737-800 untuk melayani rute Jakarta-Dili yang ditargetkan akan mulai beroperasi pada bulan April 2013. (FOTO ANTARA/Jessica Helena Wuysang)
Jakarta (ANTARA News) - Buntut dari pemukulan memakai koran terhadap pramugari Sriwijaya Air rute Bangka Belitung-Jakarta, Nur Febriani, masih berlanjut. Pelaku pemukulan, seorang pejabat BKPMD Bangka Belitung, Zakaria Hadi, menjadi tersangka.

Bukan cuma itu, Febriani banjir dukungan di dunia maya dan jejaring sosial, di antaranya melalui twitter dengan hastag #dukungFebry. Para pendukung dan yang menyatakan kicauan di twitter semuanya "mengutuki" kelakuan pejabat daerah yang dinilai sangat arogan dan membahayakan keselamatan penerbangan itu.

Kisahnya bermula saat pesawat terbang Sriwijaya Air akan mendarat di Bandar Udara Depati Amir, Bangka Belitung, kemarin (6/6). Peraturan keselamatan penerbangan di semua maskapai penerbangan Tanah Air, di antaranya melarang pemakai jasa (penumpang) menyalakan apalagi mengoperasikan perangkat elektronika dan perangkat komunikasi.

Walau bekerja pada frekuensi yang berbeda dengan intensitas sangat lemah, namun diketahui pancaran dan tangkapan gelombang elektromagnetik pada gelombang UHF itu bisa membuat radio komunikasi penerbang dengan ATC serta instrumen lain penerbangan di pesawat terbang menjadi kacau.

Mengingatkan hal ini adalah tugas pramugari dan pramugara. Hadi termasuk yang diingatkan tentang itu oleh Febriani. Sumber dari mana-mana menyatakan, Hadi malah marah, memaki, dan menampar Febriani memakai koran yang sedang dia baca. 

Tidak dijelaskan nomor kursi yang dinaiki Hadi pada pesawat terbang memakai nama kerajaan terbesar di Tanah Air pada masanya itu. Jalur Jakarta-Bangka Belitung memang termasuk satu rute gemuk maskapai penerbangan nasional dan Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ delapan kali sehari menerbangi jalur gemuk itu. 

Menanggapi peristiwa pada Kamis (6/6) itu, juru bicara Sriwijaya Air, Agus Sujono, menyatakan, kasus pemukulan pramugari Sriwijaya, Febriani, oleh Hadi sudah dilaporkan kepada polisi setempat. 

Febriani sendiri yang melaporkan hal itu kepada petugas keamanan di sana. Begitu mendapat pengaduan, Hadi langsung digelandang ke kantor polsek setempat. "Saat take-off sudah diingatkan, lalu pas landing terjadi kejadian serupa," kata Sujono.

Versi Hadi, dia hanya "menempelkan" gulungan koran yang dia baca itu ke pipi sang pramugari. Dia cuma tidak ingin diberitahu secara kasar oleh Febriani. 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga