Jakarta (ANTARA News) - Duta besar Rusia untuk Republik Indonesia Mikhail Y. Galuzin, Minggu, mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya Ketua MPR Taufiq Kiemas.

Keterangan tertulis dari Kedubes Rusia yang diterima Antara di Jakarta, Minggu, menyebutkan Galuzin menyampaikan duka citanya kepada keluarga Taufiq Kiemas secara tertulis.

Sementara itu, dalam suasana duka yang diselimuti cuaca yang cerah, upacara kenegaraan pemakaman sebagai tanda penghormatan dari negara kepada Taufiq Kiemas dimulai sekitar pukul 11.25 WIB, Minggu siang, setelah jenazah almarhum tiba di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada pukul 11.00 WIB.

Upacara kenegaraan itu pun dimulai dengan pembacaan biografi Taufiq Kiemas yang diikuti dengan Apel Persada yang dipimpin oleh Presiden Susilo Baambang Yudhoyono.

Dalam Apel Persada tersebut, Presiden mengatakan bahwa Taufiq Kiemas telah berbakti kepada bangsa dan negara hingga akhir hayatnya.

"Saya Presiden Republik Indonesia atas nama negara dan bangsa Indonesia mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi, jiwa dan raga serta jasa-jasa almarhum Taufiq Kiemas," kata Presiden.

Presiden pun menilai bahwa dharma bakti yang telah diberikan Taufiq Kiemas kepada nusa dan bangsa layak menjadi suri teladan bagi masyarakat Indonesia.

Kemudian, acara kenegaraan pemakaman tokoh PDI Perjuangan itu dilanjutkan dengan memasukkan jenazah ke dalam liang lahat yang diiringi dengan satu tembakan salvo dan musik dari lagu "Gugur Bunga".

Upacara kenegaraan ditutup dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, dan upacara pemakaman itu usai pada pukul 12.00 WIB.

Ketua MPR Taufiq Kiemas meninggal dunia pada usia 71 tahun di Singapura, pada Sabtu (8/6) sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau pukul 18.00 WIB, setelah sempat dirawat inap dan menjalani perawatan intensif akibat penyakit jantung.

Kondisi kesehatan tokoh PDI Perjuangan itu memburuk sejak kunjungannya bersama Wapres Boediono ke Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila dan mengunjungi situs Bung Karno.

(G003*M041)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013