Sabtu, 1 November 2014

Paspor diplomatik RI bebas visa ke Venezuela

| 2.732 Views
id venezuela, paspor diplomatik, bebas visa, RI-Venezuela
Paspor diplomatik RI bebas visa ke Venezuela
Ilustrasi paspor Indonesia (ANTARA/Ismar Patrizki)
...akan menciptakan jaringan yang baik bagi diplomat dua negara ..."
Nusa Dua (ANTARA News) - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Venezuela telah menandatangani perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas kedua negara.

Penandatanganan itu dilakukan di sela-sela pertemuan bilateral dua negara menjelang pelaksanaan Forum Kerja Sama Asia Timur-Amerika Latin (FEALAC) ke-6 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali yang diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela, David Velasques Caraballo dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Dian Triansyah Djani.

"Kami memulai dengan penandatanganan bebas visa diplomatik dan dinas yang intinya kami ingin memperbanyak interaksi antarinstansi yang mendorong kerjasama dan nanti akan kami tingkatkan lagi akses yang lain," kata Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Dian Triansyah Djani, Selasa.

Kesepakatan itu diharapkan mendorong adanya kerja sama yang lain yang sangat potensial dilakukan oleh dua negara beda benua itu.

Selain menyepakati adanya bebas visa diplomatik dan dinas, kedua negara juga sepakat untuk mengadakan kerja sama pelatihan dan pendidikan diplomatik.

"Itu akan menciptakan jaringan yang baik bagi diplomat dua negara dan meningkatkan hubungan masa mendatang," ujarnya.

Sementara itu Wakil Menteri Luar Negeri Venezuela, David Velasques Caraballo, menyatakan bahwa penandatanganan kesepakatan itu untuk memfasilitasi kerja sama di tingkat pejabat tinggi kedua negara yang selanjutnya diharapkan membuka pelaung kerja sama lainnya.

"Venezuela melakukan kerja sama dengan Indonesia yang berperan penting di kawasan Asia dan Amerika Latin untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dan pariwisata," ujarnya.

David mengharapkan ke depan agar hubungan diplomatik kedua negara yang telah dimulai sejak tahun 1959 dapat meningkat salah satunya hubungan kedua warga negara melalui kerja sama pendidikan misalnya melalui pemberian beasiswa.

Dalam pertemuan selama sekitar satu setengah jam itu, kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral khususnya kerja sama di bidang perdagangan, pertanian, pendidikan dan budaya, serta investasi dan energi.

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga