Selasa, 25 April 2017

MUI tegaskan program KB MOP halal dipakai pria

| 10.586 Views
id kb, kb pri, majelis ulama indonesia, mui, wakil sekrteratis komisi fatwa mui, aminudin yakub
MUI tegaskan program KB MOP halal dipakai pria
MUI (ANTARA News)
Vasektomi halal dipakaikan untuk pria karena sudah sesuai dengan ketentuan agama atau syariat Islam, apalagi peserta KB pria juga dapat melakukan penyambungan kembali saluran atau rekanalisasi jika menginginkan anak kembali,"
Dumai (ANTARA News) - Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Aminudin Yakub, mengatakan bahwa sesuai fatwa MUI, Metoda Operasi Pria (MOP) atau vasektomi halal dipakai untuk pria.

"Vasektomi halal dipakaikan untuk pria karena sudah sesuai dengan ketentuan agama atau syariat Islam, apalagi peserta KB pria juga dapat melakukan penyambungan kembali saluran atau rekanalisasi jika menginginkan anak kembali," katanya di Dumai, Riau, Selasa.

Ia mengatakan itu dalam acara sosialisasi dan seminar tentang program KB Pria sesuai Fatwa MUI yang diikuti seratusan peserta terdiri atas MUI sekabupaten dan kota di Provinsi Riau, Satuan Perangkat Kerja Daerah pengelola KB Kabupaten dan kota, Dandim dari lima kabupaten dan kota dan sejumlah pria yang menjadi peserta aktif MOP.

Berdasarkan data BKKBN pada tahun 1979 program MOP ditolak MUI dengan fatwa haramnya MOP itu namun demikian pada tahun 2000 BKKBN mengajukan kembali program tersebut untuk diikuti pria dan meyakinkan MUI bahwa vasektomi bisa disambungkan kembali.

Menurut Aminuddin Yakub, peran serta laki-laki ber-KB hanya untuk mendukung keadilan gender dimana selain wanita maka pria juga diperlukan untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program KB itu.

Diharapkan katanya, partisipasi pria dalam berKB bisa dilakukan secara adil apalagi jika MOP tersebut sudah sesuai dengan syariat Islam.

Sedangkan program ini terus digencarkan BKKBN hanya untuk membantu kaum perempuan yang `bermasalah` menggunakan alat kontrasepsi sehingga kaum pria ditingkatkan untuk ikut program vasektomi tersebut.

Operasi vasektomi sendiri hanya menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar. Operasi ini biasanya dilakukan di klinik atau rumah sakit dengan melibatkan pemotongan dan mengikat mati (cauterizing) saluran sperma.

Asisten II Provinsi Riau, Emrizal Pakis mewakili gubernur Riau mengatakan, program MOP penting digencarkan untuk membantu menekan angka kematian ibu melahirkan.

Ia menyebutkan, pada tahun 2012 pria yang telah mendaftar mengikuti program MOP ini tercatat sebanyak 899 orang dan tahun 2013 ini sebanyak 69 pria.

"Program MOP ini perlu terus digencarkan khususnya melayani pada suami dari pasangan usia subur yang tidak menginginkan bertambahnya jumlah anak mereka," katanya.

Akan tetapi ketika pria yang bersangkutan tidak menginginkan anak lagi maka pria tersebut melakukan vasektomi, namun jika ingin mempunyai anak lagi, maka pria yang memasang alat tersebut bisa mencabutnya kembali.

Vasektomi ini, katanya lagi, merupakan cara berKB yang paling efektif bagi pria, disamping memiliki efek samping dan tingkat kegagalan sangat kecil serta berjangka pajang, tambahnya. (*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga