Semarang (ANTARA News) - Masyarakat tinju di Tanah Air sudah tidak asing lagi bagi petinju Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat Daud `Cino` Yordan.

Ya` petinju kelahiran Sukadana Kalimantan Barat 10 Juni 1987 tersebut memang sudah tidak memegang gelar juara dunia kelas bulu IBO setelah kalah dengan angka atas petinju Afrika Selatan Simpiwe Vetyeka pada pertarungan perebutan gelar di lapangan tenis indorrd Senayan, Jakarta, 14 April 2013.

Tetapi, petinju yang mendapat julukan "The Stone" tersebut merupakan petinju Indonesia kelima yang memegang gelar juara dunia setelah Ellyas Pical (juara dunia kelas terbang junior IBF), Nico Thomas (juara dunia kelas terbang mini IBF), Chris John (juara dunia kelas bulu WBA), M Rahman (juara dunia kelas terbang mini IBF), dan kelima Daud Yordan.

Sekarang ini petinju dengan rekor bertarung 30 kali menang (23 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah ini sudah tidak lagi berkiprah di kelas bulu (57.1 kilogram) yang sudah digeluti sejak delapan tahun yang lalu.

Ayah dari Miquel Angela Yordan Jr tersebut kini naik dua tingkat ke kelas ringan (61 kilogram) setelah kalah dari petinju Afrika Selatan tersebut, meskipun keputusan untuk naik kelas sudah diputuskan jauh hari sebelum pertarungan tersebut karena badannya sudah tidak ideal lagi bertarung di kelas bulu.

Selama berkiprah di kelas bulu, Daud Yordan berhasil meraih gelar juara dunia IBO setelah menang KO pada ronde kedua atas petinju Filipina Lorenzo Villanueva di Marina Bay Sands Singapura, 5 Mei 2012.

Kemudian sempat sekali mempertahankan gelarnya ketika menang dengan angka atas petinju Mongolia Choi Tseveenpurev juga di Singapura, 9 November 2012, sebelum akhirnya gelar itu lepas setelah dikalahkan petinju Afrika Selatan Simpive Vetyeka di Jakarta.

Sebelumnya Daud Yordan juga berusaha merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA tetapi akhirnya kalah dengan angka atas sang juara bertahan Chris `The Dragon` John pada pertarungan di Jakarta, 17 April 2011.

Daud juga pernah kalah dari petinju Panama Calestino Caballero dalam pertarungan di Bank Atlantik Center, Sunrise, Florida, Amerika Serikat, 10 April 2010.

Setelah gagal mempertahankan gelarnya tersebut, Daud Yordan tak henti-hentinya terus berlatih di kelas yang baru tersebut. "Sebagai seorang petinju dan cinta akan olahraga ini, saya terus berlatih ada maupun tidak ada pertarungan," katanya.



Duel Pertama

Setelah sekitar dua bulan tigak lagi menggengam juara dunia, akhirnya Daud Yordan akan memulai kiprahnya bertarung di kelas yang baru.

Tak tanggung-tanggung, pertarungan yang akan dihadapi Daud Yordan adalah partai perebutan gelar juara dunia kelas ringan IBO yang lowong karena ditinggalkan juaranya.

Mantan juara dunia IBO Daud Yordan bakal menghadapi petinju Argentina Daniel Eduardo Brizuela di Perth, Australia, 6 Juli 2013.

Daud Yordan mengaku sudah mendapat pemberitahuan dari manajemen bahwa lawan yang akan dihadapi pada pertarungan mendatang adalah petinju Argentina.

Bahkan, kata dia, dirinya akan melanjutkan latihan di Australia mulai Kamis (20/6). "Saya bersama pelatih Bang Dami (pelatih Daud Yordan, Damianus Yordan) bakal bertolak ke Australia untuk melanjutkan latihan di sana pada Kamis (20/6)," kata petinju Sasana Kayong Utara tersebut.

Ketika ditanya apakah pertarungan mendatang merupakan partai perebutan gelar juara dunia, ayah dari Miquel Angela Yordan Jr tersebut mengatakan pertarungan tersebut untuk memperebutkan gelar juara dunia kelas ringan (61 kilogram) versi IBO.

"Sekarang ini juara dunia kelas ringan IBO kosong sehingga pertarungan saya melawan petinju Argentina mendatang merupakan pertarungan untuk mengisi juara dunia yang lowong," katanya.

Calon lawan Daud Yordan, petinju Argentina tersebut kelahiran 29 Desember 1985 (27 tahun) memiliki rekor bertarung 25 kali menang (delapan di antaranya dengan KO), sekali kalah dengan KO, dan dua kali seri.

Daud Yordan dijadwalkan berangkat ke Australia pada Kamis (20/6) untuk persiapan menghadapi petinju Argentina tersebut.

Menurut dia. dirinya kemungkinan melanjutkan berlatih di Sasana Herry`s Gym di Perth, Australia. "Kemungkinan saya dibantu orang-orang di Sasana Herry`s Gym termasuk Craig Christian (pelatih sekaligus manajer juara dunia kelas bulu WBA Chris John)," katanya menegaskan.

Ia mengatakan, dirinya berlatih di Australia untuk memantapkan latihan yang selama ini telah diterapkan di sini (Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat).

Selama berlatih di Sasana Kayong Utara ini, kata dia, dirinya sudah masuk ke sesi latihan teknik dengan melakukan "sparring partner". "Tetapi `sparring` saya masih sebatas petinju lokal dari sini," katanya. (*)