Jumat, 19 Desember 2014

Harga daging ayam potong di Pontianak naik

| 3.056 Views
id kementerian perdagangan, kemendag, harga bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam
Harga daging ayam potong di Pontianak naik
Deretan ayam potong dipajang di los daging ayam di pasar tradisional Kosambi Bandung, Rabu (19/6). Harga daging ayam mulai naik, dari Rp26.000/kg menjadi Rp30.000/kg. Menurut pedagang setempat, harga akan meroket lebih tinggi lagi, di antaranya karena menjelang bulan Ramadhan. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)
... juga dipicu kenaikan harga BBM bersubsidi... "
Pontianak, Kalimantan Barat (ANTARA News) - Harga daging ayam potong di Pasar Flamboyan Pontianak, Kalimantan Barat, Senin, naik hingga Rp3.000 per kilogram, dari Rp24.000/kg, menjadi Rp27.000/kg pascapenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kenaikan harga daging ayam potong karena harga beli kami di agen juga mengalami penaikan, serta juga dipicu menjelang Ramadan," kata Yudi, salah... seorang pedagang daging ayam potong di Pontianak, Senin.

Ia menjelaskan, kenaikan harga daging ayam potong tersebut sudah lumrah menjelang Ramadan, apalagi juga dipicu kenaikan harga BBM bersubsidi.

Dari pantauan di lapangan, telur ayam ras juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp1.250/butir untuk ukuran besar, kini menjadi Rp1.350/butir atau mengalami kenaikan Rp100/butir, sementara harga daging sapi masih tetap bertahan, yakni Rp95.000/kg untuk kualitas bagus.

Sementara itu, kebutuhan pokok lainnya rata-rata belum mengalami kenaikan, seperti harga kentang Rp10.000/kg, kol Rp8.000/kg, bunga kol Rp12.000/kg, wortel Rp12.000/kg, bawang putih Rp12.000/kg, bawang merah Rp16.000/kg, tomat besar Rp10.000/kg, kacang tanah Rp20.000/kg, gula pasir Rp10.000/kg, kunyit Rp10.000/kg, dan jahe Rp12.000/kg.

Kemudian, untuk harga beras rata-rata mengalami kenaikan Rp1.500/kg, seperti beras merek CK, Mangga Dua, Mangkok, Lele Dumbo mengalami kenaikan Rp1.500/kg dari sebelumnya Rp9.000/kg, kini menjadi Rp10.500/kg, kata Aming salah seorang pedagang beras di kawasan Pasar Flamboyan.

Sebelumnya, Pejabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Barat, M Aminuddin, menyatakan, pihaknya akan melakukan operasi pasar kalau kenaikan berbagai kebutuhan pokok tidak terkendali pascapenaikan harga BBM bersubsidi.

(A057/D007)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga