Kairo (ANTARA News) - Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir Adli Mansour akan diambil sumpahnya sebagai kepala negara sementara pada Kamis setelah Angkatan Bersenjata (AB) Mesir menggulingkan Presiden terpilih Mohammad Moursi pada Rabu karena gagal mendengarkan tuntutan para pengunjuk rasa untuk berbagi kekuasaan.

AB Mesir memerinci satu peta jalan bagi kembalinya pemerintahan demokratis, termasuk pengangkatan penguasa sementara.

Hakim Adli Mansour lahir pada 23 Desember 1945 dan lulus dari Universitas Kairo dengan meraih gelar sarjana hukum pada 1967 sebelum memperoleh gelar S2 di bidang yang sama pada 1969.

Ia bergabung dengan pengadilan administrasi Mesir pada 1970 dan tetap berdinas di sana sampai dia menjadi wakil ketua pengadilan pada 1992 sebelum pindah ke Mahkamah Konstitusi tempat dia pernah menjadi wakil pertamanya.

Mansour terpilih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi pada 1 Juli melalui dekrit dari dewan kehakiman tinggi yang disetujui Moursi.


Penangkapan pemimpin IM

Sementara itu polisi Mesir telah memerintahkan untuk menangkap 300 pemimpin dan anggota Ikhwanul Muslimin, kata jejaring resmi Koran Al-Ahram Kamis pagi.

Seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri mengkonfirmasi kepada AFP bahwa surat perintah penangkapan telah dikeluarkan untuk "para anggota Ikhwanul Muslimin", tetapi tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Para pejabat sebelumnya mengatakan bahwa pada Rabu pasukan keamanan telah menangkap dua pemimpin senior Ikhwanul yang dekat dengan Presiden Moursi.

Saad al-Katatni, yang mengetuai Partai Kebebasan dan Keadilan -- sayap politik Ikhwanul Muslimin -- dan Rashad Bayoumi, wakil kepala gerakan Islamis itu ditahan, kata para pejabat.

Sementara itu laporan-laporan dari kota Mediterania, Iskandariah, menyatakan setidaknya 10 orang tewas ketika lawan dan pendukung presiden Mesir yang digulingkan, Moursi, bentrok setelah tentara mengumumkan penggulingannya pada Rabu. Lebih dari 50 lainnya luka-luka, kata kantor berita negara MENA, mengutip seorang pejabat medis setempat.

Media resmi dan para pejabat mengatakan tembakan-tembakan pecah di kota wisata pantai yang populer itu.

"Kita berhadapan dengan situasi ... Kami telah menyerukan bala bantuan keamanan di daerah itu," kata perwira senior polisi, Sherif Abdelhamid.

Empat orang tewas dalam bentrokan di kota utara Marsa Matrouh, kata gubernur negara bagian itu, Badr Tantawi.

Gubernur Badr Tantawi mengatakan kepada Reuters melalui telepon dari kota Mediterania dekat perbatasan Libya bahwa sejumlah pendukung Moursi tewas.

(M016)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013