Selasa, 29 Juli 2014

Dua menteri tinjau lokasi terparah gempa Aceh Tengah

Kamis, 4 Juli 2013 20:40 WIB | 2.321 Views
Dua menteri tinjau lokasi terparah gempa Aceh Tengah
Evakuasi Korban Gempa .Tim Dokter mengangkat pasien Sovi Azzara (5), korban gempa asal Aceh Tengah dalam kondisi kritis akibat tertimpa bangunan saat tiba di ruangan Unit Gawat Darurat, RS Zainal Abidin, Banda Aceh, Kamis (4/7). Hingga kini tercatat lima pasien balita korban gempa dalam kondisi kritis terpaksa dievakuasi ke RS Zainal Abidin untuk mendapat perawatan intensif. (ANTARA FOTO/Ampelsa) ()
Banda Aceh (ANTARA News) - Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri, Kamis, meninjau lokasi terparah akibat gempa di Kabupaten Aceh Tengah.

Kabag Humas dan Protokol Sekdakab Aceh Tengah Mustafa Kamal yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis, mengatakan lokasi terparah kerusakan akibat gempa yang ditinjau Menko Kesra dan Mensos itu yakni Kampung (desa) Selun, Kute Gelime, Simpang Tiga Reje Wali dan Blang Mancung.

Rombongan menteri didampingi Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Zahari Siregar, Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi dan Bupati Aceh Tengah Nasaruddin.

Di lokasi, Agung Laksono dan Salim Segaf Al-Jufri berdialog dengan sejumlah korban di tempat penampungan sementara.

Menko Kesra Agung Laksono meminta masyarakat korban gempa agar tidak ragu meminta bantuan tenaga medis jika ada yang menderita luka, karena semua biaya pengobatan dan perawatan ditanggung pemerintah.

Gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter terjadi Selasa (2/7) pukul 14.37 WIB. Gempa tersebut menelan korban jiwa dan luka-luka serta merusak rumah penduduk serta fasilitas publik di Kabupaten Bener Meriah.

Di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, bencana terburuk sepanjang puluhan tahun itu mengakibatkan 90 persen rumah penduduk hancur dan mengakibatkan 18 orang meninggal dunia dan hilang.

Sementara itu, sejumlah korban gempa mengeluhkan penyaluran bantuan berupa bahan logistik dan kebutuhan tenda darurat yang belum merata, kepada dua menteri tersebut .

"Tidak ada lagi rumah yang bisa kami tempati, semuanya rata dengan tanah," kata salah seorang warga Ketol. 

(A042/E005)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga