Bursa (ANTARA News) - Prancis bersama Ghana menggelar duel dalam semifinal Piala Dunia U-20. Tarung kali ini diadakan di Bursa, bukan di Istanbul. Kedua tim sama-sama mencetak lebih dari sepuluh gol ke gawang lawan.

Prancis U-20 menjalakan 13 gol, dan Ghana U-20 mencetak 12 gol. Kedua skuat sama-sama mengukuhkan diri sebagai tim yang jauh dari paceklik gol.

Pertandingan semifinal itu dilaksanakan di Stadion Ataturk, Bursa, pada Rabu malam (pukul 22.00) WIB. Pertandingan itu disiarkan sebuah televisi nasional.

Meskipun duel keduanya berlabel "tarung ulang", kedua tim ingin menyeringai kemudian mencabik lawan.

Di kubu Prancis, pasukan asuhan pelatih Pierre Mankowski melenggang ke semifinal dengan menundukkan Uzbekistan 4-0. Di laga pertama melawan Ghana, pasukan Prancis tampil relatif lamban.

Delapan gol dalam dua pertandingan mencuatkan kepercayaan diri Prancis. Sesudah bertanding imbang 1-1 melawan Amerika Serikat dan dikalahkan Spanyol 1-2, kemudian menang 3-1 atas Ghana (21/6), "Les Bleuets" kali ini tidak ingin kehilangan momentum.

Prancis boleh jadi telah teruji. Mereka mengaramkan Turki 4-1 di bawah dukungan riuh suporter tim tuan rumah. Mereka tampil gagah berani bagaikan balatentara bermental baja.

Prancis sedang berada di atas angin karena mereka mendulang kemenangan 4-0 atas Uzbekistan. Kemenangan ini menjadi suntikan semangat bagi Prancis.

Para pemain bintang Prancis salah satunya dihuni oleh punggawa anyar Arsenal, Yaya Sanogo. Ia telah mengoleksi empat gol.

Sementara gelandang Sevilla, Geoffrey Kondogbia telah menjalakan dua gol. Rekannya satu tim,  Florian Thavin mencetak satu gol. Deretan pemain Prancis inilah yang perlu diwaspadai oleh Ghana.

Statistik Prancis:
 
Koleksi gol: Yaya Sanogo 4, Geoffrey Kondogbia 2, Jean-Christophe Bahebeck 2, Paul Pogba 1, Florian Thauvin 1, Jordan Veretout 1, Kurt Zouma 1 and Thibaut Vion 1.

Assist: Geoffrey Kondogbia 2, Lucas Digne 2, Dimitri Foulquier 1, Yaya Sanogo 1, Florian Thauvin 1, Axel Ngando 1 and Jean-Christophe Bahebeck 1.

Menghadapi Prancis, jelas bahwa Ghana telah belajar dari laga pertama. Ghana tampil mengesankan ketika melibas Amerika Serikat 4-1, sebelumnya mereka menundukkan Portugal 3-2. Dari kemenangan itu, anak asuhan pelatih Sellas Teteh kemudian berjuluk tim "underdog".

Assifuah telah menjaringkan empat gol. Ia menjadi mesin gol Ghana. Prancis tentunya perlu menjejak pergerakan pemain ini.

Bagaimana kans Ghana? Tim ini bakal meluapkan asa balas dendam atas kekalahan pertama ketika melawan Prancis. Mereka bakal mengerahkan segala kemampuan dan mendayagunakan teknik bermain sarat kualitas.

Melawan Prancis yang sedang berada di atas angin, pasukan Ghana perlu membenahi semangat kerjasama dan membangun harmoni antar lini. Ghana punya dua bek tangguh, Joseph Attamah dan Lawrence Lartey, dan gelandang Moses Odjer.

Statistik Ghana:

Koleksi goal: Ebenezer Assifuah-Inkoom 4, Yiadom Boakye 2, Kennedy Ashia 2, Moses Odjer 1, Michael Anaba 1, Seidu Salifu 1 and Frank Acheampong 1.

Assist: Frank Acheampong 3, Yiadom Boakye 2, Clifford Aboagye 2, Seidu Salifu 1, Abdul Rahman Baba 1 and Francis Narh 1.

Komentar pemain dan pelatih:
 
Jean-Christophe Bahebeck (striker Prancis):
 "Kami telah pernah bertemu dalam pertandingan sebelumnya. Kami tampil lebih baik dibandingkan dengan mereka. Yang terpenting, kami sekarang bakal tampil lebih kuat menghadapi Ghana di semifinal."

Ebenezer Assifuah (pemain depan Ghana):
"Jika kami awalnya punya keyakinan maka kami tidak akan berada di belakang mereka lagi. Pertandingan lalu, kami melakukan sejumlah kekeliruan. Tidak ada jalan lain bahwa kami perlu mencetak gol. Kami dapat memenangi Piala Dunia, karena itu kami perlu melakukan sejumlah perubahan."

Sellas Tetteh (pelatih Ghana):
"Kami telah menghadapi Prancis dalam beberapa laga. Kemajuan tim nyata. Kami sekarang sedang menyiapkan sejumlah taktik menghadapi mereka. Ini jelas bukan tugas mudah."

"Prancis tim yang tampil ngotot. Laga bakal berlangsung sengit. Saya senantiasa mengatakan kepada pemain, jangan pernah menyerah sebelum pertandingan selesai. Para pemain siap memberi perlawanan. Kami punya modal keyakinan. Kami juga punya ketangguhan mental menghadapi segala situasi."
 
Prakiraan susunan pemain:

Prancis (4-3-2-1):
Areola (penjaga gawang), Foulquier, Zouma, Umtiti, Digne, Pogba, Kondogbia, Veretout, Thauvin, Sanogo, Bahebeck
    
Ghana (4-2-3-1):
Antwi (penjaga gawang), Nketiah, Addico, Mensah, Rahman, Salifu, Ashia, Acheampong, Aboagye, Assifuah, Boakye

Prediksi tiga besar (Goal.com):

* Prancis U-20 1-2 Ghana U-20 (18,45 persen)
* Prancis U-20 2-3 Ghana U-20 (11,91 persen)
* Prancis U-20 1-3 Ghana U-20 (11,31 persen)

Head to Head
Piala Dunia FIFA U-20 (CM20)  21 Juni 2013     Prancis U-20 3 - Ghana U-20 1     
    
Lima laga terakhir:

Prancis U-20
6 Juli 2013    Prancis U-20 4 - Uzbekistan U-20 0    CM20
2 Juli 2013    Prancis U-20 4 - Turki U-20 1    CM20
27Juni 2013    Spanyol U-20 2 - Prancis U-20 1    CM20
24 Juni 2013    Prancis U-20 1 - Amerika Serikat U-20 1    CM20
21 Juni 2013    Prancis U-20 3 - Ghana U-20 1    CM20

Ghana U-20
7 Juli 2013    Ghana U-20 4 - Chile U-20 3    CM20
3 Juli 2013    Portugal U-20 2 - Ghana U-20 3    CM20
27Juni 2013    Ghana U-20 4 - Amerika Serikat U-20 1    CM20
24 Juni 2013    Spanyol U-20 1 - Ghana U-20 0    CM20
21 Juni 2013    Prancis U-20 3 - Ghana U-20 1    CM20
 
Pemain andalan kedua tim:

Yaya Sanogo (Prancis U-20)
Posisi:     Striker
Nomor punggung:     0
Penampilan pemain ini sungguh meneror pertahanan Ghana. Ini terbukti ketika kedua tim menjalani laga pertama. Dengan didukung penampilannya yang ngotot di lini depan, pemain ini akan berduel adu tajam dengan dua pemain Ghana, yakni Frank Acheampong dan Clifford Aboagye. Modal kepercayaan diri tim menjadi suluh semangat bagi Sanogo.
 
Ebenezer Assifuah-Inkoom (Ghana U-20)
Posisi:     Striker
Nomor punggung:     0
Tersulut oleh aksi serangan bertubi-tubi dari balatentara Prancis di laga pertama, pemain Ghana ini menghidup-hidupkan nyali bertanding. Pemain ini punya modal fisik mumpuni, kecepatan trengginas dan mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol.
 
Narasi Prediksi:
Ghana diprediksi tampil habis-habisan melawan Prancis untuk menebus kekalahan mereka dalam duel pertama. Prancis tidak ingin takluk begitu saja. Secara kemampuan tim secara keseluruhan, Prancis mengungguli Ghana.

Prancis diperkuat sejumlah striker hebat. Mereka punya kecepatan dan ketangguhan kondisi fisik. Lini tengah mereka didukung oleh dua pemain jempolan, yakni Pogba dan Kondogbia.

Ghana perlu melancarkan serangan balik cepat untuk mengimbangi ketangguhan lini tengah Prancis.

Prediksi redaktur Antaranews.com
Prancis U-20 2
Ghana U-20 1