Kamis, 31 Juli 2014

Snowden mimpi terburuk AS

Minggu, 14 Juli 2013 04:13 WIB | 4.904 Views
Snowden mimpi terburuk AS
Pembuka aib NSA Edward Snowden (REUTERS/Glenn Greenwald/Laura Poitras)
Buenos Aires (ANTARA News) - Mantan pegawai kontrak badan intelijen yang menjadi buruan Amerika Serikat, Edward Snowden, menguasai informasi-informasi berbahaya, yang jika diungkapkan bisa menjadi "mimpi terburuk" bagi Amerika Serikat.

Hal itu dikatakan seorang wartawan yang mengetahui hal berkaitan dengan informasi tersebut dalam wawancara dengan sebuah surat kabar di Argentina.

Glenn Greenwald, wartawan Guardian yang pertama kali menerbitkan dokumen-dokumen yang dibocorkan Snowden, mengatakan dalam wawancara koran yang terbit hari Sabtu bahwa pemerintah AS harus berhati-hati mengejar sang analis komputer itu.

"Snowden memiliki informasi yang cukup untuk merusak pemerintah AS hanya dalam satu menit dibandingkan dengan yang pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya," kata Greenwald dalam wawancara dengan surat kabar harian Argentina La Nacion di Rio de Janeiro.

"Pemerintah AS setiap hari harus berlutut mengemis-ngemis agar jangan sampai terjadi apa-apa dengan Snowden karena kalau sesuatu terjadi padanya, semua informasi bisa terungkap dan ini bisa menjadi mimpi terburuk (bagi Amerika Serikat)."

Snowden, yang sedang diburu Washington untuk menghadapi tuntutan melakukan spionase setelah membocorkan rincian program pengintaian rahasia, terdampar di sebuah bandar udara di Moskow sejak 23 Juni lalu dan saat ini sedang mencari suaka di Rusia sampai dia bisa berpergian secara aman ke Amerika Latin.

Beberapa negara Amerika Latin telah menawarinya suaka.

Greenwald mengatakan kepada Reuters Selasa lalu bahwa Snowden tampaknya akan menerima suaka di Venezuela. 

Bocoran-bocoran dari Snowden soal kegiatan mata-mata yang dilancarkan Amerika Serikat, termasuk penyadapan lalu lintas surat elektronik global, telah membuat marah baik musuh maupun sekutu Washington.

Para pemimpin negara-negara Amerika Latin mengecam Amerika Serikat setelah Greenwald melaporkan melalui sebuah surat kabar Brazil bahwa AS menargetkan sebagian besar negara di kawasan tersebut dengan program spionase yang mengawasi lalu lintas Internet.

Washington telah meminta negara-negara untuk tidak memberikan tempat berlindung bagi Snowden.

Greenwald mengatakan dalam wawancara dengan La Nacion bahwa dokumen-dokumen yang disimpan Snowden di tempat-tempat berbeda di berbagai belahan dunia memberi rincian program spionase AS yang menangkap penyiaran di Amerika Latin serta tentang bagaimana mereka bekerja.

"Penyadapan komunikasi satu arah dilakukan melalui perusahaan telepon di Amerika Serikat yang memiliki kontrak dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi di sebagian besar negara-negara Amerika Latin," kata Greenwald seperti dikutip Reuters.

Penerjemah: Tia Mutiasari

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga