Kamis, 23 Oktober 2014

Ruhut Sitompul kunjungi Vihara Ekayana

| 2.204 Views
id vihara ekayana, ruhut sitompul
Ruhut Sitompul kunjungi Vihara Ekayana
Biksu dan warga berada di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (5/8). Pasca pengeboman, vihara tetap buka untuk umat yang beribadah. (ANTARA FOTO/Nizar Arsyadani) ()
Jakarta (ANTARA News) - Ruhut Sitompul, politisi dari Partai Demokrat melakukan kunjungan ke Vihara Ekayana untuk melihat kondisi setelah terjadi ledakan pada Minggu (4/8) sekitar pukul 19.00.

"Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang keliling, saya mendahulukan datang kemari. Pemerintah sangat prihatin. Karena apapun ini bulan suci Ramadhan, ini perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Ruhut yang mengenakan seragam Partai Demokrat sebelum meninggalkan vihara, senin.

Ruhut mengatakan sebagai anggota yang duduk di Komisi III Bidang Hukum, HAM dan Ketahanan DPR RI akan segera membahas kejadian ini setelah libur Hari Raya Idul Fitri.

"Saat ini banyak anggota yang libur, nanti setelah masa libur kami akan jemput bola dan mengundang pihak terkait seperti Mabes Polri," ujar Ruhut.

Ia juga berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan kejadian ini. "Seperti yang dikatakan Presiden, ini akan segera diungkap. Kita harus sama-sama membantu supaya cepat terungkap dan kita harus tetap tenang," tambahnya.

Ruhut datang sekitar pukul 11.30 dan langsung mengecek ke dalam vihara ditemani Bhiksu dan pengurus vihara. Beberapa umat pun terlihat datang bergantian untuk sekedar melihat kondisi vihara atau bersembahyang.

Ledakan di Vihara Ekayana yang terletak di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu, Minggu (4/8) terjadi saat upacara persembahan dana kepada Bhiksu sekitar pukul 19.00. Seharusnya, kebaktian gelombang sore yang dimulai pukul 17.00 itu selesai tepat pukul 19.00.

Bom berdaya ledakan rendah meledak di pintu masuk ruang kebaktian utama. Sedangkan bom satu lagi yang diletakkan di rak sepatu tidak meledak. Saat meledak, bom hanya menimbulkan percikan asap. Tidak ada kerusakan apapun akibat ledakan tersebut.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga