Memang benar kantor kontraktor yang ada di lokasi proyek kebakaran, tetapi hanya kantornya saja dan api pun sudah dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dan karyawan serta pekerja bangunan,"
Sukabumi (ANTARA News) - Kantor kontraktor di proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kebakaran, tetapi tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.

"Memang benar kantor kontraktor yang ada di lokasi proyek kebakaran, tetapi hanya kantornya saja dan api pun sudah dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dan karyawan serta pekerja bangunan," kata Manager PLTU Palabuhanratu, Budi Widi Asmoro kepada Antara, Jumat.

Menurut Budi, diduga kantor kontraktor tersebut kebakaran karena hubungan arus pendek yang percikan apinya menjalar ke bangunan kantor yang mayoritas bangunannya tersebut terbuat dari bahan mudah terbakar. Tapi pada kejadian ini tidak ada korban jiwa hingga mengganggu aktifitas proyek pembangunan tersebut.

Lebih lanjut, proses produksi listrik 1.050 mega watt yang masih dalam percobaan tersebut juga tidak terganggu dan pembangunan pun masih tetap berlanjut atau kebakaran tersebut tidak mempengaruhi proses pengerjaan bangunan yang ditargetkan tahun ini tuntas.

"Semua karyawan, kontraktor dan proses pembangkitan tenaga listrik tidak terganggu dengan peristiwa ini, saat ini kegiatan di proyek pembangunan PLTU Palabuhanratu kembali normal. Untuk kerugian kami belum bisa memprediksinya karena masih dalam perhitungan," tambahnya.

Selain itu, kebakaran tersebut juga tidak sampai merusak atau membakar fasilitas dan alat penting yang ada di lokasi PLTU, tapi akibat kejadian ini sempat membuat panik karyawan yang tengah piket.

Sementara, Wakil Kapolres Sukabumi, Kompol Philemon Ginting mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus kebakaran kantor kontraktor pembangunan yang ada di lingkungan proyek pembangunan PLTU Palabuhanratu.

Namun, dari dugaan awal kebakaran ini disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa ini dan api sudah dipadamkan, untuk kerugian kami belum bisa memperkirakan," kata Philemon.

(KR-ADR/Y006)

Pewarta: Aditya A Rohman
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2013