Sabtu, 23 Agustus 2014

APBN 2014 fantastis

Kamis, 15 Agustus 2013 22:42 WIB | 5.640 Views
APBN 2014 fantastis
Menko Perekonomian Hatta Rajasa (kanan), berbincang dengan Menteri Keuangan, Chatib Basri (tengah), dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, sebelum rapat kabinet terbatas tentang postur APBN 2014 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (16/7). Presiden Susilo Yudhoyono meminta pembahasan postur APBN 2014 didasari sikap sebagai negarawan sehingfa tidak mengedepankan kepentingan politik semata terutama jelang Pemilu 2014. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta (ANTARA News) - APBN 2014 yang akan disampaikan pemerintah besok sangat fantastis dan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional dan global. "Inilah APBN dengan kenaikannya cukup fantastis, sampai Rp400 triliun," kata anggota Komisi XI DPR, Achsanul Qosasi di Jakarta, Kamis. 

Ia menyebutkan, dalam mengakhiri masa kepemimpinan Presiden Susilo Yudhoyono, sangat terlihat bahwa APBN 2014 lebih fokus pada hal-hal mendasar yang dibutuhkan bangsa Indonesia.

"Yang dijadikan prioritas adalah infrastruktur akan dinaikkan menjadi Rp264 triliun. Belanja modal yang selama ini lambat terserap juga akan ditingkatkan 20 persen menjadi Rp210 triliun," ujar dia. 

Selain itu, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, hal lain yang diprioritaskan dalam APBN 2014 adalah konversi energi, transportasi publik, dan perlindungan sosial (guna memenuhi amanat UU BPJS). 

"Defisit APBN 2014 diestimasikan terendah sepanjang sejarah, yaitu 1,49 persen. Pertumbuhan 6,4 persen tergolong berani dan harus ada extra effort dari semua pihak," ujar politisi asal Madura itu. 

Ditambahkan, pasca penyesuaian bahan bakar minyak (BBM), terlihat bahwa APBN 2014 lebih sehat dan memiliki ruang fiskal yang memadai, sehingga sejumlah program pro rakyat dapat dilaksanakan secara optimal. 

APBN 2014 ini, katanya, harus dibarengi dengan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah. Kelemahan koordinasi yang berujung pada rendahnya daya serap harus dihindari. 

"Tantangan ini harus dijawab pemerintah mengingat 2014 adalah Tahun Pemilu, dimana isu-isu politik akan menjadi lebih dominan," pungkas dia.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga