Bandung (ANTARA News) - Penyidik Polri akan melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan manajer perusahaan pembiayaan Fransisca Yovie alias Sisca pada Senin (19/8).

"Ya... rekonstruksi akan digelar pada Senin (19/8), namun waktunya belum ditentukan, apakah pagi atau sore," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul di Bandung, Sabtu.

Ia menyebutkan, tim penyidik gabungan dari Polda Jabar dan Polrestabes Bandung telah menyelesaikan beberapa tahapan penyidikan, sehingga siap untuk menggelar rekonstruksi.

Pelaksanaan rekonstruksi itu, kata Kabid Humas, akan dilakukan di dua lokasi tempat kejadian perkara (TKP) serta di beberapa tempat para pelaku melakukan awal aksinya serta dalam pelariannya.

"Rekonstruksi akan melibatkan tersangka A dan W, pengamanan akan dilakukan maksimal oleh tim dari Polrestabes Bandung untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Terkait beberapa bagian rekonstruksi yang akan digelar, kata Martinus adalah semua adegan mulai dari tersangka melakukan awal aksinya, di depan gerbang rumah kost korban serta di lokasi korban ditemukan tergeletak dan meninggal dunia.

"Semua bagian yang masuk dalam BAP dari kejadian itu akan direkonstruksi, dan akan menjadi salah satu pelengkap bukti di pengadilan," katanya.

Kasus pembunuhan terhadap Fransisca menjadi perhatian masyarakat, termasuk dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang secara khusus turun dan melakukan investigasi .

Kompolnas datang ke Bandung pada Jumat (16/8) dengan agenda mendatangi TKP, bertemu dengan tersangka, penyidik dan juga dengan tim Forensi RS Hasan Sadikin Bandung.

Dalam kesimpulan awalnya, Kompolnas merekomendasikan adanya pendalaman penyidikan dalam beberapa hal yang dianggap masih kurang terkait dengan pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.

"Olah TKP dibutuhkan untuk mencocokan pengakuan dan keterangan tersangka, keterangan saksi mata serta untuk mengetahui kronologis secara detail, penyidik melakukannya secara transparan," kata Martinus Sitompul menambahkan.