New York (ANTARA News) - Kurs dolar menguat pada Kamis pagi WIB, setelah risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve mengindikasikan bank sentral berkomitmen untuk menarik kembali program pembelian asetnya.

Euro dibeli 1,3358 dolar pada sekitar 22.00 GMT, turun dari 1,3420 dolar pada Selasa sore.

Dolar naik tipis menjadi 97,67 yen dari 97,32 yen, sementara euro jatuh menjadi 130,46 yen dari 130,60 yen.

Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), penentu kebijakan bank sentral AS, akhir Juli dirilis pada Rabu sore, memberikan sedikit kejelasan tentang waktu pengurangan stimulus, yang bergantung pada perbaikan ekonomi luas.

Risalah menunjukkan perpecahan atas kekuatan pertumbuhan, khususnya dengan pasar tenaga kerja yang bertahan lemah.

Tetapi para analis umumnya meramalkan pengurangan stimulus bisa dimulai pada bulan-bulan mendatang, bahkan lebih cepat pada pertemuan FOMC 17-18 September.

"Risalah hanya mengkonfirmasi apa yang investor Amerika sudah pikirkan, yang adalah bahwa Fed tampaknya siap untuk mengurangi pembelian aset pada September," kata Charles St-Arnaud dari Nomura.

David Song analis mata uang di DailyFX, memperkirakan dolar akan terus menarik kekuatan dari strategi Fed untuk menarik kembali stimulus ekonominya.

"Risalah Komite Pasar Terbuka Federal menopang dolar AS karena bank sentral menunjukkan dukungan luas untuk kerangka waktu pengurangan stimulus yang diuraikan oleh Ben Bernanke, dan `rebound` dalam mata uang cadangan akan berubah menjadi reli lebih bermakna ketika dewan melembutkan nada `dovish` untuk kebijakan moneternya," kata Song.

"Dolar tampak siap untuk diperdagangkan lebih tinggi menjelang pertemuan 17-18 September ketika bank sentral menunjukkan kesediaan yang lebih besar untuk menjauh dari siklus pelonggaran," katanya.

Dolar sempat melemah terhadap euro setelah risalah dirilis, namun kemudian bangkit kembali, sebuah tanda pasar telah dibakar dalam strategi Fed, kata Kathy Lien dari BK Asset Management.

"Reaksi di pasar-pasar keuangan, terutama dalam mata uang, telah melambat dan alasannya karena investor memiliki banyak waktu untuk posisi bagi pengurangan stimulus serta lonjakan terbaru dalam imbal hasil obligasi menunjukkan bahwa langkah itu telah dihargakan," katanya.

Dolar menguat terhadap mata uang Swiss, menjadi 0,9222 franc dari 0,9174 franc pada akhir Selasa, sementara pound Inggris merosot menjadi 1,5660 dolar dari 1,5668 dolar.
(A026)

Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2013