Sabtu, 20 Desember 2014

Harga daging ayam di Karawang merangkak naik

| 4.695 Views
id ayam, harga daging ayam, kabupaten karawang, jabar, idul adha
Harga daging ayam di Karawang merangkak naik
Ilustrasi. Calon pembeli memilih ayam di sebuah pangkalan ayam di Jakarta, Senin (30/9). Pelemahan rupiah dan tingginya harga pakan ayam mengakibatkan harga ayam mengalami kenaikan, oleh karena itu Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) mengingatkan pemerintah untuk tidak melakukan impor ayam. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Kenaikan harga sudah biasa setiap menjelang hari-hari raya, seperti menjelang lebaran dan Idul Adha,"
Karawang (ANTARA News) - Harga daging ayam di pasar tradisional Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mulai merangkak naik sekitar dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha. 

Para pedagang di pasar tradisional itu kini menjual harga daging ayam Rp32.000- Rp35.000 per kilogram. Sedangkan beberapa hari sebelumnya hanya mencapai Rp28.000 per kilogram.

"Kenaikan harga sudah biasa setiap menjelang hari-hari raya, seperti menjelang lebaran dan Idul Adha," kata seorang pedagang daging ayam di Pasar Cikampek Rohim di Karawang, Senin.

Dikatakannya, untuk saat ini kenaikan harga daging ayam diakibatkan atas terjadinya kenaikan harga ayam hidup yang kini sudah menembus Rp25.000- Rp26.000 per ekor. Padahal sebelumnya harganya hanya Rp20.000 per ekor.

Sesuai dengan pengalaman, ia khawatir kenaikan harga daging ayam di pasaran masih terus terjadi sampai mendekati Hari Raya Idul Adha. Dikhawatirkan pula, harga daging ayam akan menembus angka Rp40.000 per kilogramnya.

Seorang pembeli daging ayam, Ny Lia mengaku kaget atas terjadinya kenaikan harga daging ayam. Sebab beberapa hari sebelumnya belum terjadi kenaikan.

"Saya rutin membeli daging ayam untuk kebutuhan rumah makan. Jadi cukup terasa dengan kenaikan itu. Kecuali jika hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kenaikan seribu-dua ribu tidak akan terlalu terasa," kata dia.

Ia berharap agar harga daging ayam itu kembali normal, sehingga tetap terjangkau dan tidak menyulitkan para pengelola rumah makan, serta tidak memberatkan masyarakat.

(KR-MAK/F006)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga