Los Angeles (ANTARA News) - Petinggi CONCACAF Jeffrey Webb pada Selasa menepis rumor bahwa dirinya berniat menggantikan ketua sepak bola dunia Sepp Blatter pada 2015, menyusul laporan-laporan yang menyebutkan ia tengah mempersiapkan diri untuk menduduki posisi tersebut.

Webb, yang mengepalai badan sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (CONCACAF) berkata kepada para pewarta melalui hubungan telepon bahwa ia tidak memiliki rencana mengambil alih pekerjaan Blatter dalam waktu dua tahun, lapor AFP.

"Tidak, sama sekali tidak," kata Webb ketika ditanyai mengenai kemungkinan ia mencalonkan diri menjadi presiden FIFA. "Itu bukan niat atau tujuan saya saat ini. Fokus saya saat ini adalah CONCACAF," tambah wakil presiden FIFA Webb, yang menggantikan sekutu lama Blatter yang terkena skandal, Jack Warner, pada 2011.

Spekulasi mengenai Webb untuk menduduki posisi paling kuat di dunia sepak bola itu memuncak pada Senin malam setelah beberapa pernyataan yang dilontarkan Blatter pada awal pertemuan puncak perkembangan sepak bola selama lima hari yang berlangsung di Karibia. Panitia setempat keliru saat memperkenalkan Blatter sebagai "wakil presiden FIFA." Blatter merespon kesalahan itu dengan berkata, "Saya pikir Anda adalah nabi. (Mungkin saja) presiden FIFA yang baru tidak lama lagi di masa yang akan datang dan presiden itu bisa saja Jeffrey Webb."

Meski ofisial-ofisial CONCACAF pada Selasa menyebut pernyataan Blatter sebagai "sangat membesarkan hati," itu tidak mencegah komentar-komentar dari pengamatan terhadap kemungkinan-kemungkinan di tengah intrik menjelang pemilihan presiden FIFA pada 2015.

Pada 2011, Blatter mengatakan masa jabatan selama empat tahunnya ini akan menjadi durasi kerja terakhirnya, namun sejak memberikan indikasi itu ia belum mencari calon penggantinya.

Misteri seputar niat-niat Blatter semakin dalam pada awal bulan ini ketika ketua FIFA yang telah berusia lanjut itu menepis laporan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan presiden UEFA Michel Platini, di mana pria Prancis itu akan mengambil alih jabatan puncak tersebut pada 2015. Kongres FIFA untuk memilih presiden baru akan dilangsungkan pada 2015 di Zurich.

Sementara itu, Webb berkata bahwa ia akan mendorong kebijakan FIFA untuk merotasi Piala Dunia di antara regional-regional yang ada di masa yang akan datang, dengan mengatakan bahwa CONCACAF telah menjadi korban terbesar dalam pergeseran untuk membawa turnamen ini ke teritori-teritori baru.

"Rotasi bekerja dengan baik. Jika Anda melihat pada Korea-Jepang pada 2002, kemudian Eropa, kemudian Afrika, dan kemudian ke Amerika Selatan," kata Webb. "Tentu saja regional yang mendapat hal terburuk dari itu adalah CONCACAF, karena rotasi berhenti saat itu... Kita perlu mencari pasar-pasar baru, tentu saja, namun bagi saya, saya tentu saja akan suka untuk kembali pada rotasi," tutur Webb sambil berkata bahwa CONCACAF juga berencana mempelajari kemungkinan menyelenggarakan liga profesional yang melibatkan klub-klub dari regional Karibia.

"Kami memiliki begitu banyak talenta di regional ini. Pertandingan memerlukan liga profesional, pendekatan profesional. Pada 100 tahun terakhir di FIFA, kami memiliki dua tim dari negara Karibia yang berbahasa Inggris yang lolos ke Piala Dunia - Jamaika pada 1998 dan Trininad and Tobago pada 2006," kata Webb.

"Jangan sampai diperlukan 100 tahun lagi sebelum kami kembali mendapatkan level kesuksesan itu."

Bagaimanapun, Webb mengakui bahwa liga apapun akan memerlukan beberapa tahun untuk berkembang. "Kami akan melakukan analisis penuh untuk melihat bagaimana realistisnya hal itu dan kemudian membangun rencana bisnis yang strategis," ucapnya.


Penerjemah: A Rauf Andar Adipati

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2013