Kairo (ANTARA News)- Koalisi Islam yang dipimpin Ikhwanul Muslimin Sabtu mengusulkan perundingan untuk mengakhiri kerusuhan sejak penggulingan presiden Mohammed Moursi.

Koalisi itu dalam pernyataannya "menyerukan kepada semua kekuatan revolusioner dan partai politik dan para tokoh patriotik ikut berdialog mengenai krisis yang terjadi sekarang,"

Koalisi, yang melakukan protes setiap pekan, menekankan bahwa mereka melakukan "oposisi damai".

"Kami tidak menetapkan syarat-syarat," kata Imam Youssef, seorang pemimpin partai Asala, yang adalah anggota koalisi Islam kepada AFP.

Ia mensyaratkann perundingan-perundingan harus membawa pada satu solusi yang "demokratis, dan koalisi menginginkan itu dimulai dalam dua pekan.

Koalisi siap membicarakan "semua solusi yang mengantarkan pada stabilitas."

Koalisi Islam bersedia menghormati tuntutan-tuntutan jutaan pemrotes yang turun ke jalan-jalan menyerukan penggulingan Moursi, kata Youssef.

"Kami menginginkan satu solusi yang demokratis, dan tidak perlu diartikan kami harus berkuasa," tambahnya.

Menjawab pertanyaan apakah koalisi akan mendesak pada pemulihan kembali kekuasaan Moursi, ia mengatakan:"Kami tidak ingin mengutamakan keinginan kami sendiri."

Koalisi itu mengusulkan syarat-syarat bagi dialog itu,termasuk pembebasan para tahanan Islam dan pembukaan kembali lembaga-lembaga penyiaran Islam yang ditutup setelah penggulingan Moursi 3 Juli oleh militer.

Mereka juga mendesak militer, yang secara resmi menyerahkan kekuasaan kepada satu pemerintah sipil sementara harus "kembali ke barak-barak."

Tidak seperti dengan tawaran-tawaran sebelumnya, yang menetapkan pemulihan kekuasaan Moursi bagi dilakukan perundingan, koalisi samar-sama menunjuk ada tujuan akhir mereka.

Mereka menuntut "kembali legitimasi konstitusi dan proses demokrasi dengan keikut sertaan semua kelompok politik, tanpa satu kelompok memonopoli proses itu atau mengabaikan kelompok manapun."

(Uu.SYS/C/H-RN/C/H-AK)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013