Jumat, 24 Oktober 2014

IDI serukan dokter tak mogok kerja

| 4.388 Views
id Ikatan Dokter Indonesia, Ketua Umum IDI, Zaenal Abidin, dokter mogok kerja,
IDI serukan dokter tak mogok kerja
Ratusan dokter melaukan aksi solidaritas dokter di halaman kantor DPR Provinsi Sulut, kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (18/11). Aksi yang dilakukan organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekonologi (POGI) Sulut menuntut Stop Kriminalisasi dokter serta membebaskan dokter Ayu terpidana kasus malpraktek di Rumah Sakit (RS) Prof. Kandou Manado. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin mengharapkan dokter tidak melakukan mogok kerja karena ditahannya seorang dokter di Manado.

"Kami mengharapkan dokter tidak melakukan mogok kerja, karena kerja dokter adalah pelayanan," kata Zaenal di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan, jika dokter melakukan mogok kerja maka masyarakat akan kesulitan mendapat layanan kesehatan.

"Bisa saja, ketika pulang terjadi kecelakaan. Kalau mogok kerja, siapa yang melayani pasien itu," jelas dia.

Sejumlah dokter mengancam mogok kerja, akibat ditahannya dr Dewa Ayu Sasiary Prawani SpOG oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara sejak 8 November lalu.

Dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani bersama dua rekannya dr Hendry Simanjuntak dan dr Hendy Siagian diduga melakukan kegiatan malpraktek.

Ketiga dokter spesialis kandungan tersebut terpidana dalam kasus dugaan malpraktek terhadap korban Julia Fransiska Makatey (25) pada 2010.

Para dokter melakukan tindakan Sectio Caesaria karena riwayat gawat janin, setelah sebelumnya Julia dirujuk dari puskesmas. Beberapa hari setelah dilakukan operasi, Julia meninggal dunia.

Dokter Dewa Ayu dijebloskan ke tahanan berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap oleh Mahkamah Agung, Nomor 365.K/Pid/2012 tertanggal 18 September 2012.

Zaenal berkeyakinan para dokter tersebut tidak bersalah.

"Saya berkeyakinan mereka tidak bersalah karena sudah berupaya maksimal menyelamatkan pasien," jelas dia.

Dia mengatakan dokter melakukan aksi keprihatinan dengan memakai pita hitam selama tiga hari mulai 19 November.

"Sejawat Dokter Indonesia juga melakukan doa bersama secara serentak selama satu jam pada hari ini."

IDI juga menyatakan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap dokter.

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga