Selasa, 2 September 2014

Australia rugi "putus" dengan Indonesia

Kamis, 21 November 2013 13:18 WIB | 7.005 Views
Australia rugi
Seorang simpatisan Relawan Nasionalis Kebangsaan menginjak kertas bergambar bendera Australia yang dibakar di depan Gedung Agung, Yogyakarta, Rabu (20/11). Itulah protes terhadap Australia yang telah menyadap sejumlah petinggi Indonesia, termasuk Presiden Susilo Yudhoyono. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR, Melani Leimena Suharli, berpendapat, Australia akan rugi bila memutuskan persahabatan dengan Indonesia menyusul penyadapan mereka kepada Indonesia.

"Sebenarnya Australia itu rugi juga kalau tidak ada lagi persahabatan dengan Indonesia. Karena untuk masalah-masalah seperti imigran gelap, Indonesia juga ikut membentengi supaya imigran tidak masuk ke Australia," kata dia, di Jakarta, Kamis.

Ia sangat menyesalkan sikap pemerintah Australia yang tidak mau mengakui kesalahan dan meminta maaf atas tindak penyadapan yang telah dilakukan negara itu terhadap beberapa pejabat Indonesia.

Terkait pernyataan mantan Kepala BIN, AM Hendro Priyono, bahwa Indonesia sudah lebih dulu menyadap Australia masa praintegrasi Timor Timur, ia mengaku belum pernah mengetahui hal itu.

"Hal itu saya belum dengar, tetapi yang penting kita harus lebih memperkuat ketahanan kita supaya tidak gampang disadap lagi," ujarnya. 

Hal krusial pada sistem telekomunikasi nasional adalah kepemilikan dan penguasaan teknologi informatika- komunikasi. Beberapa perusahaan besar telekomunikasi nasional telah dimiliki asing dalam komposisi saham menyolok. 

Pada sisi lain, dia menegaskan, Indonesia justru juga harus menguatkan sistem pertahanan bangsa pada segala lini. Penyadapan komunikasi, menurut Australia, hal normal untuk dilakukan. 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga