Sleman (ANTARA News) - Gunung Merapi di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Jawa Tengah, Sabtu siang, kembali mengembuskan asap dari letusan freatik.

"Tadi siang sekitar pukul 11.00 WIB, Gunung Merapi kembali mengeluarkan asap setinggi sekitar 500 meter akibat letusan freatik," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Subandrio di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, letusan freatik tersebut disebabkan oleh kawah Gunung Merapi yang selama beberapa hari terakhir ini terus menerus diguyur hujan.

"Letusan ini hanya asap dan tidak membawa material berat sehingga tidak sampai menimbulkan kepanikan masyarakat di lereng Merapi. Embusan ini terpantau dari utara atau Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah," katanya.

Ia mengharapkan bahwa atas kejadian tersebut masyarakat tidak perlu khawatir karena letusan tersebut merupakan hal yang lazim dari gunung api.

"Di Gunung Merapi saat ini terdapat rekahan yang dapat membuat air hujan merembes masuk ke dalam kawah," katanya.

Subandrio mengatakan puncak Gunung Merapi dalam beberapa hari terakhir memang diguyur hujan yang cukup deras sehingga air merembes memasuki celah di kawah Merapi sehingga terjadi embusan asap yang merupakan uap air.

"Ini merupakan kejadian biasa, dan status Gunung Merapi saat ini masih pada tingkat aktif normal," katanya.

Ia mengatakan pascaletusan freatik pada 18 November 2013 telah terjadi rekahan sepanjang 230 meter di kawah Gunung Merapi.

"Apabila terjadi hujan di puncak Merapi bisa dipastikan air hujan akan masuk ke dalam kawah dan terjadi embusan asap. Masyarakat juga tidak perlu panik jika melihat kejadian seperti ini," katanya. (*)