Los Angeles (ANTARA News) - Film fantasi "The Hobbit: The Desolation of Smaug" tak tergoyahkan di puncak peringkat film box office Amerika Serikat dan Kanada selama dua pekan berturut-turut dengan pendapatan 31,5 juta dolar AS selama akhir pekan.

Akhir pekan ini versi tiga dimensi sekuel "Hobbit" mengumpulkan pendapatan total sampai 404 juta dolar AS dari seluruh dunia, kata distributor Warner Bros seperti dilansir kantor berita Reuters.

Film "Anchorman 2: The Legend Continues" yang digawangi Will Ferrell tak mampu menurunkan pemenang pekan lalu itu dari tahta, berada di posisi kedua dengan raupan 26,8 juta dolar AS menurut estimasi penjualan dari Rentrak.

Film berbiaya 50 juta dolar AS yang sebelumnya gencar dipromosikan itu mengumpulkan total 40 juta dolar AS selama lima hari sejak rilis pada Rabu lalu.

"Empat puluh juta dalam lima hari adalah permulaan yang sensasional," kata Don Harris, presiden distribusi teater domestik Paramount Pictures, the Viacom Inc, yang merilis film tersebut.

Sementara drama kejahatan yang bersaing di Oscar"American Hustle" menempati posisi empat dengan perolehan 19,1 juta dolar AS, di belakang film animasi Disney, "Frozen", yang meraih pendapatan 19,2 juta dolar AS.

"American Hustle" yang dibintangi oleh Christian Bale, Bradley Cooper, Amy Adams dan Jennifer Lawrence diproduksi oleh studio film Sony Corp's dengan biaya 40 juta dolar.

Film itu dibuat berdasarkan skandal penyuapan tahun 1970 yang membuat tujuh anggota kongres dan beberapa pejabat lokal dan federal menjadi narapidana.

Sementara animasi Walt Disney Co, "Frozen", yang menampilkan suara Kristen Bell sebagai putri Skandinavia merupakan cerita yang terinspirasi dongeng "Putri Salju."

Film Disney lainnya, drama "Saving Mr. Banks," menempati posisi kelima selama akhir pekan dengan perolehan 9,3 juta dolar AS.

Film berbiaya produksi 35 juta dolar AS itu mengisahkan bagaimana Walt Disney memfilmkan buku anak-anak "Mary Poppins".

Dalam film tersebut, Tom Hanks berperan sebagai Disney dan Emma Thompson sebagai penulis P.L. Travers, yang telah selama dua dekade menolak ide pembuatan film dari bukunya.


Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2013