New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street melanjutkan pemecahan rekor mereka pada Selasa (Rabu pagi WIB), ditutup sebelum libur Natal pada tertinggi baru sepanjang masa, menyusul laporan kuat pada pesanan barang tahan lama dan penjualan rumah baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 keduanya mencapai tingkat tertinggi mereka, masing-masing naik 62,94 poin (0,39 persen) menjadi 16.357,55 dan naik 5,33 poin (0,29 persen) menjadi 1.833,32.

Indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 6,51 poin (0,16 persen) menjadi 4.155,41.

Investor menyambut laporan yang menunjukkan pesanan barang tahan lama AS naik 3,5 persen pada November, lebih besar dari yang diharapkan.

Dan, meskipun penjualan rumah baru pada November sedikit menurun dari tingkat Oktober, angka itu masih mengalahkan ekspektasi.

"Ini adalah data Natal menggembirakan bagi perekonomian karena semua tanda mengarah ke percepatan ekonomi," kata ekonom Joel Naroff.

Indeks S&P 500 naik lebih dari 28 persen sejak awal tahun ini, sebuah reli berkelanjutan ditopang oleh kebijakan moneter longgar Federal Reserve AS dan data ekonomi yang umumnya lebih baik.

Dan kenaikan terbaru di pasar terjadi meski The Fed pada minggu lalu memutusan untuk mengurangi stimulusnya karena ekonomi AS lebih baik.

Michael James, direktur pelaksana perdagangan saham di Wedbush Securities, menyebut data "positif" dan mengatakan sentimen secara keseluruhan tetap kuat.

"Pasar telah memiliki tahun yang baik," kata James. "Tidak ada alasan untuk orang menjual saham pada hari ini, jadi mengapa dijual?"

Produsen mobil listrik Tesla Motors naik 5,5 persen setelah Badan Keselamatan Lalu-lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) menegaskan peringkat keamanan bintang lima untuk kendaraan Model S Tesla.

American Express naik 0,4 persen setelah mencapai penyelesaian untuk mengatasi biaya "overbilled" pelanggan. Perusahaan kartu kredit itu akan membayar denda 16,2 juta dolar AS dan sedikitnya 59,5 juta dolar AS dalam remediasi pelanggan.

Perusahaan jejaring sosial Twitter melonjak 8,4 persen lebih tinggi karena peningkatan sentimen. Perusahaan ini juga naik 7,6 persen pada Senin.

Raksasa ritel Target kehilangan 0,3 persen menyusul laporan bahwa AS dan regulator negara bagian sedang menyelidiki pelanggaran data di toko-toko yang Target telah katakan bisa mempengaruhi sekitar 40 juta pelanggan nasional.

Imbal hasil pada obligasi 10-tahun AS naik menjadi 2,98 persen dari 2,93 persen, sementara pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,90 persen dari 3,84. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak berlawanan.

(Uu.A026)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2013