Surabaya (ANTARA News) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya akan mempertimbangkan nilai ujian nasional sebagai salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri bersama hasil ujian sekolah dan ujian tulis Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN).

"Kalau dulu, Unair memang sempat meragukan hasil Ujian Nasional (UN), tapi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sekarang dengan koordinator UGM akan dilibatkan dalam penyusunan soal UN bersama Balitbang Kemendikbud dan BNSP," karta Wakil Rektor I Unair Prof Dr H Achmad Syahrani MS Apt di Surabaya, Selasa.

Di sela-sela peninjauan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk pendaftaran SNMPTN di SMAN 5 Surabaya, ia menjelaskan kesepakatan untuk mempertimbangkan nilai UN itu tidak menentukan komposisi penerimaan PTN terhadap nilai UN itu.

"Komposisi penerimaan nilai UN itu diserahkan kepada masing-masing PTN, apakah komposisi itu berimbang antara UN, ujian sekolah (US), dan hasil ujian tulis SNMPTN, atau bagaimana. Yang jelas, Unair sendiri belum memutuskan komposisi nilai UN yang akan diambil," katanya.

Didampingi Kepala SMAN 5 Surabaya Sri Widiati, ia menyatakan kalangan PTN juga telah memastikan 42 sekolah yang dicoret untuk mengikuti SNMPTN. "Ada 42 dari 140 sekolah yang sudah pasti tidak bisa mengikuti SNMPTN, sedangkan sisanya masih proses banding," katanya.

Di sela-sela peninjauan persiapan PDSS di SMAN 5 Surabaya itu, Kepala SMAN 5 Surabaya Hj Sri Widiati SPd MM menyatakan pihaknya sudah membentuk tim untuk mendaftarkan siswanya guna mengikuti SNMPTN 2014.

"Kami sudah memasukkan data sekolah dan seluruh siswa. Kalau sudah terdaftar, kami hanya memasukkan informasi tentang sertifikasi akreditasi ke PDSS. Tahun ini, kami mendaftarkan 278 siswa atau seluruh siswa kami untuk mengikuti SNMPTN," katanya.

Secara kebetulan, mayoritas siswa SMAN 5 Surabaya memilih Unair sebagai pilihan utama, khususnya Fakultas Kedokteran. "Dari 297 siswa kami pada tahun lalu tercatat 52 siswa diterima di Unair, kemudian di ITS ada 30 siswa, ITB 12 siswa, UI sembilan siswa, dan sebagainya," katanya.

Tentang persiapan 278 siswa untuk mengikuti SNMPTN 2014, ia mengatakan pihaknya sudah melakukan pengayaan, try out, dan persiapan lainnya. "Insya-Allah, siswa kami akan bisa mengerjakan materi SNMPTN, termasuk materi baru berbentuk materi prediksi," katanya.

Hingga kini, pihaknya tidak menemukan kendala berarti untuk memasukkan data sekolah dan siswa ke PDSS. "Nilai rapor sejak semester 1 hingga 5 juga sudah kami masukkan, termasuk nilai rapor dari 24 siswa program akselerasi, rapor mereka tetap enam semester tapi ditempuh lebih cepat," katanya.

Secara terpisah, Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Surabaya Dr Bagus Ani Putra menegaskan bahwa persiapan SNMPTN 2014 sudah mulai berjalan, termasuk di Unair.

"Karena itu, kami meninjau pemasukan data di PDSS, barangkali ada kendala. Setiap hari ada 6-7 orang dan instansi yang menelepon untuk menanyakan sesuatu," katanya.

(E011/Z003)

Pewarta: Edy M Ya`kub
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014