Istanbul (ANTARA News) - Oposisi Koalisi Nasional Suriah yang didukung Barat menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil bagian dalam perundingan internasional pada 22 Januari setelah undangan untuk Iran ditarik oleh PBB Senin.

"Kami menghargai Perserikatan Bangsa Bangsa dan (Sekjen PBB) Ban Ki-moon terhadap posisi kami. Kami pikir mereka telah mengambil keputusan yang tepat. Partisipasi kami dikonfirmasi untuk 22 Januari," kata Monzer Akbik, kepala staf presiden Koalisi Nasional kepada Reuters.

Anggota koalisi lain, Anas Abdah, mengatakan mereka mengirimkan daftar delegasi konferensi kepada PBB Senin malam.

Perserikatan Bangsa Bangsa pada Senin membatalkan undangan Iran untuk menghadiri konferensi perdamaian Suriah pekan ini karena penolakannya untuk mendukung seruan bagi pemerintah transisi di Suriah.

Juru bicara PBB Martin Nesirky mengatakan, Sekjen Ban Ki-moon "sangat kecewa" pada pernyataan Iran menolak komunike 2012 yang diadopsi oleh kekuatan internasional untuk mengakhiri perang Suriah.

"Mengingat bahwa mereka telah memilih untuk tetap berada di luar pemahaman dasar, ia telah memutuskan bahwa pertemuan sehari Montreux akan dilanjutkan tanpa partisipasi Iran," kata Nesirky pada konferensi pers.

Ban mengeluarkan undangan kejutan pada Minggu untuk Iran guna menghadiri dimulainya konferensi perdamaian Suriah di kota Swiss pada Rabu.

Tetapi oposisi Suriah mengancam akan menarik diri dari perundingan jika Iran hadir dan Amerika Serikat telah meminta undangan ditarik kembali jika Iran tidak menerima komunike, yang menyerukan pemerintahan transisi.

Tepat sebelum pengumuman PBB disiarkan, Utusan Iran untuk PBB Mohammad Khazaee menegaskan kembali penolakan pemerintahnya atas komunike yang diadopsi di Jenewa pada Juni 2012.

"Iran selalu mendukung untuk menemukan solusi politik untuk krisis ini," kata Khazaee dalam sebuah pernyataan.

"Namun Republik Islam Iran tidak menerima prasyarat untuk keikutsertaannya dalam konferensi Jenewa II.

"Jika partisipasi Iran dikondisikan untuk menerima komunike Jenewa I, Iran tidak akan berpartisipasi di Jenewa II," katanya dikutip Reuters.

(SYS/H-AK/S004)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2014