Jakarta (ANTARA News) - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan Indonesia kehilangan ulama negarawan atas wafatnya Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh.

"Wafatnya KH Sahal Mahfudh merupakan kehilangan besar bagi NU, umat, dan bangsa Indonesia," kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Jumat.

Hasyim yang selama 10 tahun memimpin NU bersama Kiai Sahal mengatakan sebagai pemimpin tertinggi NU, Kiai Sahal merupakan sosok kiai yang konsisten menjaga khittah NU.

"Beliau selalu menyampaikan bahwa NU hendaknya berada di tingkat high politic bukan low politic (praktis), sekalipun di lapangan masih tumpang tindih karena secara fisik jamaah NU terlibat politik praktis sebagai hak kewarganegaraan mereka," katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok itu menambahkan, Kiai Sahal adalah pakar ilmu usul fikih, sehingga menelorkan fikih sosial yang membawanya mendapatkan gelar doktor honoris causa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

"Inilah yang menyebabkan pemikiran hukum Islam beliau kental, karena pemikiran beliau lebih beraliran manhaji daripada qouly," tutur Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.

Sebagai negarawan, lanjut Hasyim, konsep Kiai Sahal tentang hubungan agama dan negara sangat jelas, yaitu beraliran inklusif substantif, sehingga menjamin terselenggaranya negara tanpa berhadap-hadapan dengan agama, dan menjamin agama tidak ditinggalkan oleh negara.

"Pemikiran beliau bersifat moderat, bukan ekstrem bukan pula liberal. Sebagai pemimpin beliau sangat mengayomi siapa saja dengan keluasan pikiran dan pemikiran, pemersatu, dan santun," katanya.

Sebagai pemimpin NU yang pernah berjuang bersama, Hasyim merasa sangat berduka atas kepergian Kiai Sahal. Ia pun langung datang ke Pati, Jawa Tengah untuk mengikuti pemakaman jenazah ulama kharismatik itu.

"Selamat jalan Mbah Sahal, dunia yang hiruk pikuk telah Mbah tinggalkan menuju Allah robbul izzati. Terima kasih atas bimbingan selama ini. Semoga husnul hotimah," katanya.

(S024)

Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2014