Jakarta (ANTARA News) - Pengamat pasar modal Marciano Herman menilai bahwa dibentuknya "desk" khusus untuk menangani inflasi oleh pemerintah akan berdampak positif bagi pasar keuangan Indonesia.

"Salah satu hal yang perlu diperhatikan pemerintah untuk menjaga ekonomi domestik, yakni inflasi," ujar Marciano Herman yang juga Direktur Utama Danareksa Sekuritas di Jakarta, Jumat.

Inflasi di Indonesia, menurut dia, selama ini determinan utamanya bukan dari sisi kebijakan moneter tetapi lebih kepada ketersediaan (supply) bahan makanan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

"Kenaikan inflasi didorong oleh kedua faktor itu bisa mempengaruhi kinerja emiten," ucapnya.

Marciano mengatakan bahwa untuk menangani inflasi tidak bisa dilakukan dengan hal yang bersifat teknis karena itu hanya bersifat temporer, tetapi harus juga diiringi dengan fundamental.

"Tidak bisa selalu dikawal dengan suku bunga (BI rate) saja, infrastrukturnya harus terus diperbaiki sehingga distribusi kebutuhan pokok akan lancar," kata Marciano.

Ia menambahkan perubahan harga minyak global juga harus diantisipasi. Faktor geopolitik berpotensi mencipatkan fluktuasi harga minyak, meskipun sejumlah pengamat ekonomi menilai harga minyak dunia saat ini mendekati titik keseimbangan.

Ia mengatakan, pelaku pasar akan melihat bagaimana upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak Indonesia. Jika produksi minyak dalam negeri tidak meningkat dibandingkan 2013, sementara tingkat konsumsi BBM bersubsidi tidak dapat ditekan, bisa memicu kenaikan inflasi.

Sebelumnya, Direktur Utama Ito Warsito mengatakan bahwa besaran inflasi merupakan salah satu yang dipertimbangkan oleh investor. Inflasi merupakan determinan utama yang masuk ke dalam pelaku keuangan.

"Sangat penting untuk mengendalikan dan dikawal dengan baik," kata dia.

(KR-ZMF/B008)

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014