Kalaupun harus mengonsumi mie instant, lebih baik tidak terlalu banyak. Kalau bisa, sehari sekali saja mengonsumsi mie instan,"
Karawang (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengimbau agar para korban banjir di daerah tersebut tidak berlebihan mengonsumsi mie instan.

"Para korban banjir yang mengungsi sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi mie instan, itu akan mempengaruhi kesehatan," kata Kasi Pengawasan Obat dan Makanan Dinas Kesehatan setempat M Alwi, di Karawang, Jumat.

Dikatakannya, daripada mengongsumsi mie instan lebih baik para pengungsi korban banjir mengonsumi pangan seperti nasi yang disertai dengan lauk-pauk.

Ia juga mengimbau selama pascabanjir, para korban banjir juga meminum susu dan buah-buahan. Hal itu dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit pascabanjir.

"Kalaupun harus mengonsumi mie instant, lebih baik tidak terlalu banyak. Kalau bisa, sehari sekali saja mengonsumsi mie instan," kata Alwi.

Dikatakannya, mie instan itu mengandung zat sintetik. Meski dampaknya tidak secara langsung, tetapi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung sintetik, biasanya akan mengakibatkan terganggunya saluran pencernaan, sakit perut dan diare.

Sementara itu, banjir terjadi di Karawang akibat tingginya curah hujan disertai dengan meluapnya Sungai Citarum, Cibeet dan Sungai Cilamaya serta meluapnya saluran-saluran pembuang dari sungai.

Data terakhir Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana Karawang, banjir yang terjadi selama lebih dari sepekan itu telah merendam 43.435 rumah yang dihuni 97.089 kepala keluarga atau 280.360 jiwa. Puluhan ribu rumah yang terendam banjir itu tersebar di 173 desa yang di 28 kecamatan sekitar Karawang.

Selama banjir tersebut, infrastruktur yang terkena banjir ialah jalan kabupaten sepanjang 100 kilometer, jalan nasional sepanjang 50 kilometer, serta enam jembatan, 59 masjid, dan 20 unit sekolah.

Hingga kini, banjir di Karawang secara perlahan sudah mulai surut. Tetapi di beberapa daerah sekitar Karawang yang sebelumnya dilanda banjir, warga masih mengungsi di tenda-tenda pengungsian.

(KR-MAK/B008)

Pewarta: M Ali K
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014