Kampala (ANTARA News) - Amerika Serikat telah memperingatkan Kampala tentang adanya "ancaman teroris yang spesifik", dengan menyebutkan bahwa sekelompok orang sedang mencari cara untuk menyerang ibu kota Uganda pada bulan ini atau Maret.

Namun Washington tidak mengidentifikasi siapa yang berada di balik ancaman tersebut, seperti dikutip dari Reuters.

Uganda adalah sekutu keamanan Amerika Serikat di Afrika Timur dan pasukannya telah menjadi tulang punggung pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika yang memerangi gerilyawan Al Shabaab Somalia.

Pejuang Al Shabaab menewaskan sedikitnya 67 orang pada bulan September selama serangan di pusat perbelanjaan Westgate di negara tetangganya, Kenya.

Kelompok itu telah berulang kali mengancam akan menyerang Uganda kecuali negara itu menarik pasukannya dari Somalia.

Bom kembar Al Shabaab di Kampala pada bulan Juli 2010 menewaskan sedikitnya 79 orang yang menonton final sepak bola Piala Dunia.

"Informasi ancaman menunjukkan terdapat sekelompok penyerang yang mungkin siap untuk menyerang sasaran di dalam Kampala pada bulan Februari atau Maret," kata sebuah pernyataan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kampala yang diunggah di lamannya pada Senin malam.

Menurut pernyataan itu, Museum Nasional Uganda merupakan target potensial dan Amerika Serikat telah mendesak warganya untuk menghindari tempat itu dan "tempat-tempat keramaian umum lainnya dan / atau acara yang merupakan target potensial untuk teroris".

Pada Oktober, kedutaan besar itu mengatakan pihaknya menilai laporan intelijen bahwa "serangan gaya Westgate akan segera terjadi di Kampala". Hal itu mendorong pemerintah Uganda untuk meningkatkan kewaspadaan "teror" ke tingkat maksimum untuk pertama kalinya sejak pemboman 2010.

Namun, kota tersebut tampak tenang sejak saat itu.

(G003)


Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014