Rabu, 18 Oktober 2017

Ilmuwan akan petakan genom Raja Inggris Richard III

| 4.842 Views
Ilmuwan akan petakan genom Raja Inggris Richard III
Tulang tengkorak yang ditemukan di situs penggalian Grey Friars di Leicester, London tengah terlihat dalam gambar yang dikeluarkan Universitas Leicester dan diterima di London, Minggu (3/2). Setelah adanya penelitian dari pihak universitas, diperkirakan tulang tengkorak tersebut milik Raja Richard III yang tewas dalam Pertempuran Bostworth di tahun 1485. (REUTERS/University of Leicester/Handout)
London (ANTARA News) - Setahun setelah mengungkap temuan sisa kerangka Raja Richard III, para ilmuwan Inggris berencana menumbuk sampel tulang tuanya dan menggunakan itu untuk memetakan genomnya.

Proyek, yang mungkin akan mengubah persepsi tentang raja terakhir Inggris yang tewas dalam peperangan lebih dari 500 tahun lalu, ditujukan untuk mempelajari kesehatan dan keturunan Richard, dan memberikan arsip genetik bagi para sejarawan, peneliti dan publik.

Dalam salah satu temuan arkeologi penting terkini tentang sejarah Inggris, kerangka dengan tengkorak terbelah dan tulang belakang melengkung digali di bawah areal parkir kota Leicester tahun lalu dan mengungkapkan bahwa sang raja terbunuh saat berperang untuk mempertahankan mahkota di Pertempuran Bosworth tahun 1485.

Setelah mengambil sedikit sampel tulang dari kerangka itu, Turi King dari Departemen Genetika University of Leicester akan menumbuknya menjadi bubuk, melakukan ekstraksi DNA dan berusaha menyatukan kode genetik Richard.

"Ini sedikit mirip teka-teki. Kau memasangnya bersama untuk mendapatkan sebanyak mungkin genom," kata King kepada wartawan saat memberikan penjelasan tentang proyek itu pada Selasa.

King mengatakan karena sisa kerangka dan sampel yang diambil timnya akan dikubur lagi, adalah hal tepat untuk mengekstrak DNA dan mengurutkan genomnya untuk sumber penelitian pada masa depan.

Dia mengingatkan bahwa bagaimanapun juga, karena sisa kerangka itu sangat tua, DNA-nya terpecah-pecah dan mungkin tidak bisa menghasilkan peta genetik yang lengkap.

"Mungkin ada gap, tapi kami akan berusaha dengan apa yang bisa kita dapat. Itulah ilmu pengetahuan, sayangnya," katanya.

King mengatakan, riset itu ditujukan untuk mendapatkan wawasan tentang susunan genetik Richard, termasuk kerentanannya terhadap penyakit tertentu serta warna rambut dan matanya.

"Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah.. apakah kita bisa melihat apakah Richard III mengalami skoliosis (kondisi yang menyebabkan tulang belakang melengkung) misalnya," katanya.

Pemetaan gen juga diharapkan bisa membawa cahaya tentang keturunan genetiknya dan hubungannya dengan populasi manusia modern.

Tim King juga berencana memetakan genom salah satu keturunannya, Michael Ibsen, seorang pembuat mebel kelahiran Kanada yang sekarang tinggal di London. Menurut ahli silsilah dia adalah keturunan langsung dari adik perempuan Richard, Anne of York.

Hasil analisis awal DNA mitokondrianya, yang diturunkan dari garis ibu, mengonfirmasi bahwa Ibsen dan Richard III berbagi garis keturunan yang sama dan detail studi tentang itu akan segera dipublikasikan.


Penguburan kembali

Sisa kerangka Richard III dan beberapa sampel diambil darinya nanti akan dikebumikan lagi suatu saat meski masalah kapan dan dimananya sekarang ini masih jadi sengketa.

University of Leicester, yang para arkeolognya menemukan dan menggali sisa kerangka itu, mendapat izin dari Kementerian Kehakiman Inggris untuk mengubur kembali kerangka sang raja di katedral Leicester.

Keturunan Richard memulai upaya hukum, berpendapat bahwa harus ada pengujian kembali atas keputusan itu.

Mereka ingin sisa kerangka Richard III dikubur di York, bagian utara Inggris yang menjadi pusat kekuasaannya selama 26 bulan memerintah, demikian laporan Reuters.


Penerjemah: Maryati

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar Pembaca
Baca Juga