Konduga, Nigeria (ANTARA News) - Serangan militan Boko Haram menewaskan 39 orang di sebuah desa di Nigeria timurlaut, kata seorang gubernur setelah mengunjungi lokasi kejadian pada Rabu.

"Sebanyak 39 orang tewas dan 70 persen desa itu hancur," kata Kashim Shettima, gubernur negara bagian Borno, kepada wartawan di desa Konduga, dan ia menyalahkan serangan Selasa larut malam itu pada kelompok garis keras Boko Haram, lapor AFP.

Banyak dari korban yang tewas, termasuk wanita dan anak-anak, dibawa ke masjid pusat di daerah itu dan diletakkan secara berderet di halaman.

Puluhan orang bersejata menyerbu daerah itu dalam konvoi truk dan memberondongkan tembakan ke rumah-rumah secara membabi-buta, kata penduduk.

Penyerang juga dikabarkan membakar ratusan rumah serta pasar.

Penduduk yang melarikan diri dari desa itu selama serangan tersebut takut untuk kembali ke rumah mereka, kata beberapa saksi kepada AFP.

Shettima mengatakan kepada korban yang selamat, "Boko Haram memiliki persenjataan yang lebih baik" daripada militer Nigeria dan ia meminta pasukan tambahan dikirim ke negara bagian itu.

Pemerintah Nigeria memberlakukan keadaan darurat di negara-negara bagian Adamawa, Borno dan Yobe pada 14 Mei 2013, setelah gelombang serangan oleh Boko Haram.

Presiden Goodluck Jonathan mengirim ribuan prajurit yang didukung kekuatan udara ke Nigeria timurlaut untuk mengatasi kekerasan militan yang telah berlangsung empat setengah tahun.

Pemerintah pada November memperpanjang keadaan darurat di kawasan itu, yang memberi militer waktu tambahan selama enam bulan lagi untuk menumpas militan.

Keberhasilan ofensif militer yang dilakukan selama keadaan darurat masih tidak jelas.

Militer menyebut Boko Haram kocar-kacir dan dalam posisi bertahan, namun ratusan orang tewas dalam beberapa pekan terakhir akibat serangan militan, yang menimbulkan keraguan mengenai klaim keberhasilan pemerintah.

Kekerasan Boko Haram diperkirakan telah menewaskan lebih dari 3.600 orang sejak 2009, termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan.

Kelompok itu menyatakan berperang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Nigeria utara yang penduduknya mayoritas muslim.

Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram.

Boko Haram mengklaim puluhan serangan di Nigeria, termasuk pemboman bunuh diri pada Agustus di markas PBB di Abuja yang menewaskan sedikitnya 24 orang.

Serangkaian serangan bom di kota Jos, Nigeria tengah, pada Malam Natal 2010 juga diklaim oleh Boko Haram.

Boko Haram meluncurkan aksi kekerasan pada 2009 yang ditumpas secara brutal oleh militer yang menewaskan sekitar 800 orang dan menghancurkan masjid serta markas mereka di kota Maiduguri, Nigeria timurlaut.

Kelompok itu tidak aktif selama sekitar satu tahun dan kemudian muncul lagi pada 2010 dengan serangkaian pembunuhan.

Penduduk Nigeria yang berjumlah lebih dari 160 juta orang terpecah di wilayah utara yang sebagian besar Muslim dan wilayah selatan yang umumnya Kristen.


Penerjemah: Memet Suratmadi

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014