Surabaya (ANTARA News) - Sejumlah pesawat maskapai penerbangan asing terpaksa parkir di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak bandara itu ditutup karena abu vulkanik letusan Gunung Kelud.

Satu pesawat milik China Airlines dan satu armada Cathay Pacific rute Surabaya Hong Kong terpaksa parkir di Juanda karena dampak meletusnya Kelud, kata GM PT Angkasa Pura I (Persero), Trikora Harjo, di Surabaya, Sabtu.

Dua pesawat maskapai asing itu juga harus menjalani perawatan karena diduga abu vulkanik telah masuk ke mesin pesawat.

Total, kata Trikora, ada sekitar 33 pesawat yang parkir di Juanda. Untuk di Terminal 1 ada 20 unit pesawat meliputi Citilink empat unit, Lion Air delapan unit, dan Sriwijaya Air dua unit.

"Ada pula pesawat Trigana satu unit, Travira dua unit, Wings Air satu unit dan pesawat carter dua unit," katanya.

Sementara itu, tambah dia, pesawat yang parkir di Terminal 2 Juanda mencapai 13 unit pesawat baik rute penerbangan domestik maupun internasional.

"Dengan perincian lima unit milik Garuda Indonesia, enam unit milik AirAsia Indonesia, dan masing-masing satu unit milik maskapai asing itu," katanya.

Sejak Bandara Internasional Juanda ditutup pada jam 04.30 WIB hingga jam 08.00 WIB Jumat (14/2/14) ada sekitar 41 penerbangan dari dan ke Bandara Juanda Surabaya dibatalkan, baik rute domestik maupun Internasional.

"Penutupan bandara rencananya dilakukan sampai hari ini pukul 18.00 WIB. Namun, pengoperasian kembali itu juga perlu menunggu kondisi cuaca," katanya.

Menurut Station Manager Garuda Indonesia Surabaya, Taufik Husni, abu vulkanik dari letusan Kelud sempat menyelimuti udara hingga ketinggian 46.000 kaki, sementara pesawat biasanya terbang dalam ketinggian 30.000 kaki.

"Kalau yang di tengah-tengah ini rawan sekali karena partikel debu erupsi gunung sangat tajam seperti silet. Bahkan, sangat bahaya ketika masuk ke dalam mesin pesawat, baling-baling pesawat, maupun kabin pesawat," katanya.

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2014