... sangat tidak mungkin asap Riau bisa sampai ke Malaysia atau Singapura."
Pekanbaru (ANTARA News) - Kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN), antara lain Vietnam, Malaysia, Thailand, Kamboja, Laos dan Indonesia, demikian pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) 18 milik Amerika Serikat (AS).

Satelit NOAA mendeteksi adanya 490 titik panas (hotspot) di Vietnam yang diperkirakan sebagai peristiwa kebakaran lahan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangannya pada Sabtu siang menyebutkan, titik panas juga terdeteksi di Malaysia, Thailand, Kamboja dan Laos, sehingga beberapa kawasan di negara-negara tersebut tercemar kabut asap.

Sementara itu, Satelit Terra dan Aqua mendeteksi adanya 450 titik panas berada di daratan Sumatera, terbanyak berada di Provinsi Riau, yakni mencapai 402 titik.

Selain itu, di daratan Kepulauan Riau terdeksi adanya 23 titik panas, Sumatera Utara (11),  Aceh (6), Sumatera Barat (3), Jambi (2), Bengkulu (2) dan Bangka Belitung terpantau satu titik.

Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo, di Pekanbaru mengatakan bahwa kabut asap dampak kebakaran lahan di Riau tidak akan sampai ke negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura.

Menurut dia, arah angin masih bergerak dari utara hingga timur ke selatan atau berlawanan dengan lokasi dua negara dari Riau.

"Itu, makanya sangat tidak mungkin asap Riau bisa sampai ke Malaysia atau Singapura," katanya.

Agus menambahkan, kabut asap dampak kebakaran lahan di Riau hanya akan mencemari udara di sekitar Riau termasuk Pekanbaru. (*)

Pewarta: Fazar Muhardi
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2014