Denpasar (ANTARA News) - Pengamat masalah pertanian Dr I Gede Sedana menilai pemerintah perlu melakukan proteksi pertanian dengan menyetop impor berbagai jenis komoditas pertanian.

"Impor itu masih bisa dilakukan jika dalam kondisi mendesak antara lain bencana alam dan persediaan beras dalam negeri tidak mencukup," kata Dr Gede Sedana yang juga Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, kebijakan proteksi pangan sangat berkaitan dengan kebijakan subsidi sarana produksi dan harga gabah serta penerapan tarif bea impor.

"Jika kebijakan subsidi berhasil meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman secara otomatis kebijakan impor beras dapat diatasi," ujar Gede Sedana.

Demikian pula halnya dengan perlindungan petani yang sangat diperlukan yakni asuransi pertanian.

Hal itu menjadi sangat penting untuk mendapat perhatian pemerintah sebagai salah satu bentuk keberpihakan kepada petani.

Gede Sedana mengingatkan, kondisi geografis dan klimatologis di Indonesia sangat rentan terhadap terjadinya gagal panen, seperti adanya banjir, longsor, serangan hama, penyakit dan gunung meletus.

Untuk memberikan adanya jaminan usaha tani yang digeluti petani, mereka perlu
diantisipasi dengan asuransi pertanian, guna mengurangi beban jika terjadi gagal panen.

Pewarta: IK Sutika
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2014