Sabtu, 1 November 2014

28.000 warga Riau sakit akibat asap

| 3.676 Views
id kebakaran hutan, kebakaran lahan, bencana asap, kabut asap
28.000 warga Riau sakit akibat asap
Kebakaran Hutan Riau Kepulan asap dari hutan terbakar terlihat di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (28/2). (ANTARA FOTO/Satgas Bencana Asap Riau)
Pekanbaru (ANTARA News) - Lebih 28.000 warga di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau terserang penyakit akibat polusi asap kebakaran lahan dan hutan yang terjadi dalam kurun waktu lima pekan.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang diterima Antara, Sabtu sebanyak 27.200 orang terserang infeksi saluran pernafasan atas (Ispa), 1.365 terserang penyakit kulit, 1.031 jiwa terkena asma dan 724 mengalami iritasi mata serta 516 mengalami pneumonia (penyakit kronis).

Rincian tersebut yakni di Kota Pekanbaru sebanyak 6.543 penderitas Ispa, 118 pneumonia, asma (370 jiwa) dan mata (70 orang), serta penyakit kulit (353).

Kemudian di Kabupaten Rokan Hilir penderita Ispa sebanyak 6.892 orang, pneumonia (27), asma (nihil), gangguan mata (54), dan iritasi kulit (83). Sementara di Kabupaten Siak, terdata untuk penderita Ispa sebanyak 2.283 jiwa, pneumonia (62), asma (86), iritasi mata (92), dan iritasikulit (158).

Di Kabupaten Bengkalis terdata ada sekitar 2.194 jia terserang Ispa, 52 orang kena pneumonia, 46 jiwa terserang asma, dan 54 orang mengalami iritasi mata serta 86 kena penyakit kulit.

Selebihnya untuk Kabupaten Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hulu, Meranti, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Kota Dumai, penderita Ispa kurang dari 2.000 jiwa, sementara penderita pneumonia, asma, iritasi mata dan penyakit kulit hanya kurang dari 100 jiwa.

"Jumlah ini bisa terus meningkat mengingat polusi asap masih terus terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zainal Arifin.

Zainal mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau gedung untuk sementara waktu hingga kualitas udara membaik.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar Pembaca
Baca Juga