Paris (ANTARA News) - Sutradara film Prancis Alain Resnais, yang dikenal melalui sejumlah karya klasiknya antara lain "Hiroshima , Mon Amour", "Last Year at Marienbad" dan film dokumenter "Night and Fog" tentang kamp konsentrasi Nazi, meninggal dunia pada Minggu di usia 91 tahun.

Resnais, yang lahir pada tahun 1922 di bagian barat laut Prancis memulai karirnya pada tahun 1940. Ia menjadi populer melalui film "Night and Fog" dan "Van Gogh" yang meraih Oscar pada tahun 1950 .

Pada tahun 1959, bersama penulis Marguerite Duras sebagai penulis naskah ia menyutradarai "Hiroshima , Mon Amour", sebuah film tentang hubungan cinta antara seorang wanita Prancis dan seorang arsitek Jepang yang menjamin reputasinya sebagai sutradara film kategori non-dokumenter.

Presiden Prancis Francois Hollande bergabung dengan para pelayat Resnais, dan menggambarkannya sebagai pembuat film yang sangat asli dan berpengaruh dalam pra-perang budaya perfilman dari Amerika Serikat .

"Dia terus-menerus melanggar kode, aturan dan tren sambil menarik perhatian khalayak luas," kata kantor Hollande dalam sebuah pernyataan.

Sutradara itu memenangkan penghargaan prestasi seumur hidup di Festival Film Cannes pada tahun 2009, sedangkan Festival Film Berlin menganugerahkan pnghargaan Alfred Bauer untuk film terakhirnya, "Loving, Drinking and Eating", yang akan diluncurkan di Prancis bulan ini.

Salah satu aktor favoritnya, Pierre Arditi, juga memuji sutradara itu.

"Tidak ada yang tidak seberbeda film Resnais selain film Resnais yang lain," kata Arditi kepada BFM TV. "Dia selalu berusaha untuk menghindari mengulang apa yang telah ia lakukan sebelumnya, ia tidak ingin menggunakan rumus apapun . "

Thierry Fremaux , direktur Festival Film Cannes , memuji sutradara film itu sebagai sosok yang film-filmnya mempengaruhi generasi pembuat film.

"Dia istimewa dari awal dengan film-film pendek di tahun 1950-an dan ketika Nouvelle Vague tiba, ia menjadi semacam kakak . "


(G003/M007)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2014