Mumbai (ANTARA News) - Malaysia Airlines, operator penerbangan MH370 yang hilang pada Sabtu, punya catatan sebagai salah satu maskapai full-service terbaik seAsia-Pasifik dalam hal keselamatan dan pelayanan, ungkap Reuters.

Malaysia Airlines adalah anggota aliansi Oneworld yang meliputi British Airways dan Qantas.

Maskapai yang bermarkas di Kuala Lumpur itu punya 88 pesawat, antara lain Airbus A330, A380, Boeing
777-200, dan 737, menurut laman web mereka.

Mereka antara lain memiliki 15 pesawat 777-200ER, yang salah satunya hilang pada Sabtu dalam penerbangan Kuala Lumpur - Beijing.

Armada 777-200ER Malaysia Airlines rata-rata berusia 14,2 tahun, menurut airfleets.com, situs yang melacak armada berbagai maskapai.

Hal itu berarti armada 777-200 Malaysia Airlines termasuk yang paling tua di dunia.

Nomor registrasi pesawat yang hilang itu adalah 9M-MRO yang berarti pesawat itu berusia 11 tahun delapan bulan.

Pesawat tersebut bermesin dua Rolls-Royce Trent 800.

Malaysia Airlines sudah memesan Airbus A330 atau A350 untuk mengganti beberapa Boeing 777 pada tahun 2016.

Insiden fatal terakhir Malaysia Airlines terjadi pada 15 September 1995. Ketika itu 34 orang tewas akibat Fokker 50 jatuh saat mendekati Tawau, kota di Negara bagian Sabah.

Sebelumnya, 1977, pesawat Malaysia Airlines Boeing 737-200 jatuh di Tanjung Kupang, negara bagian Johor, menewaskan semua orang di dalamnya yaitu 100 jiwa sekaligus menjadi kecelakaan paling parah dalam penerbangan pesawat Malaysia.