Jakarta (ANTARA News) - Peneliti di Washington State University mendokumentasikan perbedaan kemampuan berenang ikan trout hasil budi daya dan ikan yang hidup di perairan alami.

Kristy Bellinger, yang membuat studi itu untuk penelitian doktoralnya, mengatakan budi daya tradisional umumnya memelihara ikan agar berbadan besar. Budi daya berfungsi untuk mengurangi penurunan jumlah ikan tertentu.

"Budi daya berperan sebagai bagian dari solusi untuk mengatasi stok ikan dan menambah populasi. Di lain pihak, budi daya menghasilkan ikan yang terlihat dan berperilaku berbeda dari kerabat mereka yang hidup di alam lepas," kata Bellinger, seperti yang dikuti dari Science Daily.

Dalam studi tersebut, peneliti menggunakan akuarium yang berisi alat sensor elektronik. Selama 10 minggu, Bellinger melepas ikan trout hasil budi daya dan liar yang mirip secara genetik.

Peneliti menghitung kecepatan dan mengamati pertumbuhan mereka dari minggu ke menggu.

Ikan hasil budi daya cenderung cepat tumbuh. Meski ukuran yang lebih besar dilihat sebagai tanda kesehatan, peneliti melihat tidak berimbang dengan kecepatan berenang mereka.

"Ikan yang dibiakkan dengan bail memiliki ukuran tubuh yang lebih besar tapi lebih lambat kecepatan berenangnya bila dibandingkan dengan ikan liar yang berbadan kecil," kata Bellinger.

Menurutnya, bila ukuran yang lebih besar adalah harga yang harus ditukar untuk kecepatan, ikan budi daya mudah ditangkap predator.

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2014