Bengkulu (ANTARA News) - Calon anggota DPRD Provinsi Bengkulu periode 2014-2019 Meriyani ingin memperjuangkan pembangunan desa tertinggal di Kabupaten Seluma bila terpilih sebagai wakil rakyat.

"Masih ada lebih 10 desa tertinggal di Kabupaten Seluma yang kondisinya sangat memprihatinkan," kata calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) dari daerah pemilihan Kabupaten Seluma itu di Bengkulu, Kamis.

Perempuan kelahiran Maras, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, 27 November 1971 ini mengatakan sudah melihat langsung kondisi desa-desa tertinggal di kabupaten itu.

"Bila terpilih saya berkomitmen memperjuangkan dan mendorong pemerintah memperhatikan desa tertinggal, sebab jarak Kabupaten Seluma dengan Kota Bengkulu hanya 25 kilometer," katanya.

Lahir dan besar di Seluma, ditambah pengalamannya di dunia jurnalistik sejak 1997, membuat Meriyani mengenal seluk beluk kabupaten itu.

Yang membuat miris Meriani adalah kehidupan petani di desa-desa tertinggal itu yang bergantung pada sistem ijon, atau meminjam uang terlebih dahulu kepada toke (juragan), lalu dibayar setelah panen.

"Saya banyak menemukan itu di desa-desa tertinggal, termasuk di Desa Kayu Elang, masyarakat terjebak pada sistem ijon karena tidak ada pilihan," ucapnya.

Penduduk Desa Kayu Elang, Kecamatan Semidang Alas, lanjut dia, sebagian besar berprofesi sebagai petani padi dan kopi.

Infrastruktur yang rusak parah di desa itu tidak memungkinkan petani mengangkut hasil bumi mereka ke luar desa.

"Kondisi ini yang membuat mereka bergantung pada ijon, karena mereka tidak punya alat transportasi yang memadai untuk mengangkut hasil bumi," tambahnya.

Meriyani menambahkan sudah berulangkali mengangkat persoalan warga desa tertinggal itu di media cetak tempat dia bekerja, namun pemberitaan itu ia nilai tidak cukup ampuh untuk mengubah kehidupan masyarakat, sebab penentu kebijakan adalah pemerintah daerah.

"Saya menduga di daerah itu ada beberapa proyek pemerintah, tapi tidak diawasi, karena menuju ke desa-desa ini saja jalannya mengerikan," katanya.

Padahal, di tiap desa-desa tertinggal itu penduduknya cukup banyak, seperti di Desa Kayu Elang yang memiliki penduduk mencapai 2.000 jiwa.

Dalam menyosialisasikan dirinya sebagai calon anggota legislatif, Meriyani lebih mengutamakan pendekatan pribadi dan memberikan pencerahan kepada warga.

"Agar mereka tidak terjebak dalam politik uang dan bisa menggunakan hak suaranya dengan bijak. Lebih penting lagi tidak tertipu untuk kesekian kalinya," ujarnya.

Berkecimpung di dunia jurnalistik lebih dari 15 tahun, membuat ibu dua anak ini sudah terbiasa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Didikan ayahnya yang seorang purnawirawan TNI membuatnya memiliki disiplin dan tegas menentukan sikap dan keputusan.

Pewarta: Helti Marini Sipayung
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2014